Iran sendiri secara efektif telah menutup jalur yang biasanya dilewati seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia tersebut. Langkah Teheran ini merupakan respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel yang kini telah memasuki bulan kedua.
Di saat AS menuntut pembukaan kembali selat atau Iran akan menghadapi serangan lebih lanjut, Teheran justru memperketat cengkeramannya dan mulai menerapkan sistem tarif bagi kapal yang ingin melintas dengan aman. Rusia, sebagai sekutu dekat Iran, memiliki posisi tawar kuat sebagai salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang memegang hak veto.
"Resolusi yang bahkan tidak menyebutkan bahwa Iran adalah korban agresi hanya akan memancing kemarahan otoritas di Teheran," ujar Lavrov, seraya menambahkan bahwa langkah tersebut justru merusak prospek negosiasi untuk mengakhiri konflik.
(bbn)
























