Logo Bloomberg Technoz

Di DK PBB, Rusia Tolak Opsi Pakai Militer untuk Buka Selat Hormuz

News
04 April 2026 08:30

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (Sumber: Bloomberg)
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (Sumber: Bloomberg)

Tony Halpin - Bloomberg News

Bloomberg, Rusia melancarkan kritik terhadap upaya diplomatik di Dewan Keamanan PBB (DK PBB) yang berupaya mendukung pembukaan kembali Selat Hormuz, termasuk melalui opsi kekuatan militer. Sikap ini menjadi sinyal kuat bahwa Moskow kemungkinan siap memveto langkah tersebut.

Resolusi DK PBB yang diusulkan oleh Bahrain, dengan dukungan negara-negara Teluk lainnya serta Yordania, berisi dukungan terhadap serangkaian "langkah defensif" untuk mengamankan jalur transit di perairan vital itu, demikian menurut keterangan Uni Emirat Arab (UEA).


Keputusan semacam itu "justru akan memperkecil peluang penyelesaian konflik secara damai," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam konferensi pers bersama Menlu Mesir Badr Abdelatty di Moskow, Jumat (3/4). "Entah resolusi ini direncanakan, meski tentu niatnya baik, untuk merusak peluang negosiasi yang baru muncul dan masih sangat rapuh, atau ini akan digunakan untuk melegitimasi agresi terhadap Iran secara retroaktif."

Usulan tersebut dirancang untuk memberikan dukungan diplomatik bagi negara-negara Teluk jika mereka memutuskan bergabung dalam operasi militer atau gugus tugas angkatan laut. Tujuannya adalah merebut kendali selat dari Iran dan menjaga koridor tersebut setelah konflik berakhir.