Kementerian keuangan menyerahkan LKPP sekaligus menggelar pertemuan awal atau entry meeting pemeriksaan LKPP 2025 di Kantor Pusat BPK, Jakarta, Selasa (31/3). Kegiatan tersebut menjadi tahap awal pemeriksaan atas pertanggungjawaban pelaksanaan APBN 2025.
Entry meeting merupakan tahap awal komunikasi antara pemerintah dan BPK sebelum pelaksanaan pemeriksaan secara rinci. Tahapan ini menjadi krusial dalam memastikan kelancaran proses audit yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan hasil pemeriksaan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BPK Isma Yatun menjelaskan pemeriksaan LKPP bertujuan memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan. Hal ini dilakukan dengan menitikberatkan pada empat aspek utama, yakni kesesuaian standar akuntansi, kecukupan pengungkapan, efektivitas pengendalian intern, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
Ia juga menambahkan bahwa BPK menerapkan pemeriksaan berbasis risiko yang diperkuat pemanfaatan big data analytics untuk meningkatkan kualitas hasil pemeriksaan.
Di sisi lain, dinamika organisasi pemerintahan yang semakin kompleks, termasuk pengelolaan 98 Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga dan satu LKBUN, menjadi tantangan tersendiri dalam tata kelola dan pelaporan keuangan.
(lav)




























