“Yang artinya satu kampung nelayan bisa menghidupi lebih banyak masyarakat,” kata Qodari.
Program KNMP tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan di kawasan pesisir. Transformasi ini mencakup penguatan sistem produksi, distribusi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Jadi kalau kita lihat secara utuh, program Kampung Nelayan Merah Putih ini bukan hanya membangun kampung, melainkan membangun sistemnya, ekonominya, dan kehidupan masyarakatnya,” kata dia.
Dampak ekonomi yang dihasilkan pun mulai terasa. Hal ini ditandai dengan peningkatan pendapatan masyarakat serta aktivitas produksi yang semakin berkembang. Program ini juga terbukti meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi di desa.
“Pendapatan naik, produksi naik, pekerjaan bertambah, dan ekonomi desa bergerak,” ujarnya.
Pembangunan KNMP Tahap I dimulai pada awal September 2025 di 65 desa atau kelurahan yang tersebar di 60 kabupaten/kota di 25 provinsi. Sementara Tahap II dimulai pada Desember 2025 di 35 desa atau kelurahan di 35 kabupaten/kota di 17 provinsi.
Pada 2026, pemerintah menargetkan ekspansi program ini hingga mencapai 1.000 lokasi kampung nelayan di seluruh Indonesia. Target ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi di sektor kelautan, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi berbasis desa.
(red)






























