Logo Bloomberg Technoz

Ikut Tahan Harga BBM, SPBU Swasta Dinilai Bisa Hengkang dari RI

Azura Yumna Ramadani Purnama
02 April 2026 08:30

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU BP-AKR, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU BP-AKR, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kalangan ekonom dan pakar industri migas mewanti-wanti dampak negatif bagi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta jika terus menahan harga jual bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di bawah harga keekonomian.

Bahkan, operator SPBU swasta diprediksi bisa merugi hingga akhirnya hengkang dari Indonesia.

Ekonom energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi berpendapat keputusan menahan harga jual BBM nonsubsidi bisa saja dilakukan sebagai strategi bisnis agar harga jual bensin tetap kompetitif dengan harga jual PT Pertamina (Persero).


Akan tetapi, Fahmy menduga langkah tersebut bisa saja dilakukan operator SPBU swasta karena terdapat instruksi dari pemerintah untuk menahan harga jual.

Bagaimanapun, Fahmy menyatakan ketika harga minyak dunia melonjak tinggi, harga keekonomian BBM nonsubsidi bakal turut melonjak, terlebih saat ini harga minyak mentah dunia masih berada di atas US$100/barel.

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU VIVO, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)