“Memandang Iran sebagai ancaman tidak konsisten dengan kenyataan dan fakta. Persepsi seperti ini adalah produk dari nafsu politik dan ekonomi dari para penguasa, yang membutuhkan musuh untuk membenarkan tekanan, dominasi, dan kendali. Dalam situasi seperti ini, ancaman hanya dibuat-buat,” tegas Pezeshkian.
Apa yang dilakukan Iran sepanjang perang, menurut Pezeshkian, adalah upaya mempertahankan diri. Teheran tidak memulai perang atau agresi.
Jika perang terus berlanjut, tambah Pezeshkian, maka akan berdampak terhadap kehidupan rakyat Iran. “Perang mengorbankan kehidupan, rumah, kota, dan masa depan rakyat yang tidak bersalah,” sebutnya.
Iran, demikian Pezeshkian, akan terus berupaya untuk bernegosiasi, mencapai kesepakatan, dan mematuhi komitmen. Melanjutkan jalan konfrontasi hanya akan menambah biaya dan kekerasan.
“Pilihan antara konfrontasi dan kesepakatan akan menentukan masa depan bagi generasi yang akan datang,” tulisnya.
Munculnya asa perdamaian di Timur Tengah membuat harga minyak jatuh. Kemarin, harga minyak jenis brent ambruk 2,7% ke US$ 101,16/barel.
Koreksi harga minyak (jika berkelanjutan) akan menurunkan risiko inflasi. Dengan demikian, bank sentral di berbagai negara akan punya ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Kamis (2/4/2026)? Apakah akan ada kenaikan lima hari beruntun?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas sudah masuk zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 51.
RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas belum jauh dari 50 sehingga bisa dibilang cenderung netral.
Adapun indikator Stochastic RSI 14 hari sudah mencapai 100. Paling tinggi, sudah sangat jenuh beli (overbought).
Untuk perdagangan hari ini, dari kacamata teknikal, sebenarnya harga emas berisiko turun. Cermati pivot point di US$ 4.626/troy ons.
Dari situ, harga emas bisa saja menguji support US$ 4.587/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Target berikutnya adalah MA-10 di US$ 4.520/troy ons.
Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 4.335/troy ons.
Namun kalau harga emas masih kuat menanjak, maka US$ 4.805/troy ons sepertinya menjadi resisten terdekat. Target lanjutan ada di level US$ 4.843-4.860/troy ons.
Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 5.022/troy ons.
(aji)




























