Aset kripto lain seperti Ethereum meraih hasil optimal atau sekitar +4,5% menjadi US$2.150. XRP bergerak +2,9% menjadi US$1,36. Solana +1,6% ke level sementara US$84,47, kemudian Dogecoin +3% ke US$0,094.
. Saham-saham perusahaan penambang Bitcoin juga mencatat hasil positif, seperti Bitdeer yang mengalami lompatan lebih dari 12% hingga US$8,98. Perusahaan teknologi seperti Nvidia juga mengalami kenaikan harga saham hingga 5%.
Menurut berbagai kalangan, Bitcoin kali ini masih akan tetap menunjukkan kestabilan seperti Maret lalu pasca mengalami degradasi dan aksi jual masfi bulan Oktober atau periode terbaik (all-time-high/ATH) dimana sempat tembus US$126.000 lebih. Sebagian kalangan percaya kal ini pasar sudah menjauh dari musim dingin mata uang kripto atau crypto winter.
Pratik Kala, manajer portofolio di Apollo Crypto percaya memiliki daya tahan luar biasa. Aset digital paling berharga di dunia ini pun masih memiliki potensi pulih dalam jangka panjang.
Namun Bitcoin masih memerlukan dukungan permintaan yang lebih kuat, guna mengembalikan keadaan suram seperti yang terjadi pada satu semester silam.
“Walau kondisi masih melemah, meredanya tekanan jual dan stabilnya arus dana menunjukkan bahwa fondasi untuk potensi pemulihan mulai terbentuk, sekalipun permintaan yang lebih kuat masih diperlukan guna mengonfirmasi perubahan tren,” mengutip laporan Glassnode, dikutip dari Bloomberg News.
Analis komoditas Mike McGlone, yang sebelumnya menyorot pelemahan atas emas karena kecenderungannya bakal beralih menjadi aset berisiko yang sangat spekulatif, juga memberi catatan khusus untuk Bitcoin.
“Bitcoin telah memberi peringatan kepada kita,” jelas dia yang lantas memberi catatan bahwa puncak BTC sebelumnya telah dilalui pada tahun 2020 saat terjadinya pencetakan uang besar-besaran.
“Bitcoin dan emas telah memperingatkan kita. Kini lonjakan harga minyak mentah menjadi katalis yang sempurna. Ini adalah gabungan dari peristiwa 9/11, 2008, dan 2022. Pasar saham saat ini berada pada level termahal dalam sejarah,” pungkas McGlone, dilansir dari Benzinga.
(mef/wep)





























