The Wall Street Journal menyebut, Presiden Donald Trump dan para penasehatnya menilai misi untuk membuka kembali Selat Hormuz akan mendorong perang melampaui target waktunya selama empat hingga enam minggu.
Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, ia kemudian mengatakan kepada New York Post bahwa AS “Tidak akan berada di sana terlalu lama lagi,” seraya menambahkan jalur perairan tersebut akan terbuka “secara otomatis” setelah AS pergi.
“Pada nantinya, baik investor maupun konsumen perlu melihat de–eskalasi yang signifikan di Timur Tengah serta sedikit kelegaan pada harga bahan bakar sebelum kepercayaan dapat pulih secara signifikan,” mengutip paparan Bret Kenwell dari eToro.
Donald Trump akan mengakhiri perang melawan Iran dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Ia menyatakan AS telah mencapai sebagian besar tujuan militernya dan akan menyerahkan penyelesaian krisis Selat Hormuz kepada negara–negara lain.
“Saya pikir dalam dua minggu, mungkin dua minggu, mungkin tiga,” ujar Trump kepada jurnalis di Gedung Putih pada Selasa setempat.
“Kami akan pergi karena tidak ada alasan bagi kami untuk terus melakukan ini,” tutur Trump.
Menurutnya, AS akan menarik diri setelah memastikan Iran tidak mampu memperoleh senjata nuklir. Ia bahkan mengklaim rezim yang berkuasa saat ini ‘lebih baik’ dibanding kepemimpinan sebelum perang.
“Apa yang terjadi dengan selat itu? Kami tidak akan ikut campur lagi. Negara–negara seperti China akan datang dengan kapal–kapal besar mereka, mereka akan mengisi bahan bakar, lalu pergi mengurus diri mereka sendiri,” cetus Trump di Ruang Oval.
“Tidak ada alasan bagi kami untuk melakukannya bagi mereka.”
(fad)






























