Logo Bloomberg Technoz

Tidak jauh dari lokasi itu, SPBU Pertamina di wilayah Pisangan, Tangerang Selatan juga terpantau dipadati oleh pengendara roda dua.

Agus, salah satu pengendara roda dua yang ingin mengisi BBM di SPBU tersebut mengaku hanya mengisi BBM secara reguler.

Dia tak khawatir sebelumnya terdapat isu kenaikan harga BBM. Menurutnya, hal yang terpenting adalah stok BBM tersedia secara normal.

“Kalau misalkan naik besok, lusa turun ya ga masalah ngisi hari ini banyak. Nanti kalau lusa naik terus kan tetap ngisi,” ujar Agus di SPBU Pisangan, Tangerang Selatan.

Di sisi lain, antrean turut terjadi di SPBU Pertamina di wilayah Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Berdasarkan pantauan pukul 22.29 WIB, antrean terjadi untuk pengisian kendaraan roda dua dan roda empat.

Azka, salah satu pengendara sepeda motor yang mengisi di SPBU tersebut mengaku tak mengetahui jika seluruh BBM yang dijual Pertamina tak mengalami penyesuaian harga per 1 April 2026.

Azka mengaku hanya mendapatkan informasi bahwa BBM jenis Pertalite saja yang bakal ditahan pemerintah dan Pertamina, sementara BBM nonsubsidi seperti Pertamax bakal mengalami penyesuaian harga.

Untuk itu, dia mengaku rela mengantre untuk mengisi Pertamax hingga kapasitas tangki penyimpanannya penuh.

“Ada indikasi itu [kenaikan harga]. Saya dengernya yang subsidi naik, tetapi nonsubsidi naik,” kata Azka di SPBU Pertamina, Pondok Cabe.

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

PT Pertamina (Persero) resmi tidak menyesuaikan seluruh bahan bakar minyak (BBM) jenis subsidi dan nonsubsidi pada 1 April 2026.

Harga BBM Pertamax (RON 92) di Jabodetabek bulan sebelumnya Rp12.300/liter kini tetap Rp12.300/liter. Harga Pertamax Turbo (RON 98) saat ini tetap dipatok sebesar Rp13.100/liter atau tidak mengalami kenaikan atau penurunan harga dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Begitu juga dengan Pertamax Green, tetap dihargai Rp12.000/liter atau tidak mengalami penyesuaian harga.

Tidak hanya itu, harga bensin bersubsidi yakni Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite masih ditahan pemerintah di level Rp10.000/liter.

Untuk harga BBM jenis solar, yakni Dexlite dan Pertamina Dex, sama-sama tidak mengalami penyesuaian harga sehingga masing-masing dibanderol Rp14.200/liter dan Rp14.500/liter.

Harga BBM jenis solar atau diesel atau gasoil bersubsidi yakni Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar juga tetap ditahan pemerintah di harga Rp6.800/liter.

Terkait dengan penetapan harga BBM periode April 2026, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyatakan perseroan senantiasa melaksanakan kebijakan pemerintah, termasuk dalam hal penetapan harga BBM.

Di sisi lain, Roberth menyatakan perseroan bakal melakukan berbagai upaya strategis seperti negosiasi dengan penyuplai dan optimalisasi distribusi untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga bagi masyarakat

“Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat dengan mengikuti arahan kebijakan Pemerintah untuk tidak ada penyesuaian harga BBM, baik nonsubsidi maupun bbm bersubsidi,” kata Roberth dalam keterangan resminya.

Perseroan juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan dan dalam jumlah yang wajar.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak terpengaruh oleh informasi yang dapat memicu panic buying," ujar Roberth.

(azr/wdh)

No more pages