Tak hanya itu, pemerintah juga melakukan langkah strategis melalui penajaman dan penentuan kembali fokus belanja K/L, yakni berupa pengalihan anggaran dari belanja kurang prioritas menjadi belanja produktif yang langsung berdampak ke masyarakat. Contoh belanja yang kurang prioritas, yakni berupa anggaran rapat, perjalanan dinas, atau kegiatan seremonial. Sementara itu, belanja produktif misalnya rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra.
"Pemerintah juga mendorong percepatan belanja K/L dan penjaman belanja melalui optimalisasi belanja. prioritisasi dan re-focusing anggaran belanja dalam range Rp121,2 triliun sampai Rp130,2 triliun," tutur dia.
Selanjutnya, Airlangga menyebut dalam enam bulan terdapat penghematan dari fosil, penghematan subsidi daripada biodiesel yang diperkirakan nilainya Rp48 triliun. Dia menyebut PT Pertamina (Persero) telah siap untuk mengimplementasikan blending, yang berpotensi mengurangi penggunaan BBM berbasis fosil sebanyak 4 juta kiloliter.
Sejalan dengan itu, untuk memastikan distribusi BBM, pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian dengan penggunaan barcode My Pertamina dengan batas wajar 50 liter per kendaraan.
“Tetapi ini tidak menggunakan kendaraan umum dan untuk detailnya nanti akan disampaikan untuk energi ini oleh Pak Menteri ESDM,” jelasnya.
Terakhir, pemerintah juga mendorong optimalisasi program MBG. Program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu, dengan tetap memperhatikan pengecualian bagi asrama, daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), serta wilayah dengan tingkat stunting yang tinggi.
Airlangga mengungkapkan potensi penghematan dari kebijakan ini mencapai Rp20 triliun. “Dan keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan,” imbuhnya.
APBN 2026 Aman
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim defisit APBN 2026 akan tetap terkendali meski rerata harga minyak dunia berada di level US$100/barel sampai akhir tahun ini.
"Hitungan kami, US$100/barel rerata sampai 1 tahun pun, anggaran kita masih tetap berkesinambungan dan defisit masih terkendali," tegas Purbaya.
Bahkan, dia menambahkan pemerintah selalu menjaga kondisi anggaran negara tetap terjaga. Saat ini, pemerintah bahkan masih mempunyai ruang untuk memberi bantalan terhadap gejolak perekonomian dunia.
Karena itu, dia meyakini masyarakat dan seluruh pelaku ekonomi dan keuangan agar tidak perlu khawatir dengan kondisi APBN yang tak terkendali dan anggaran yang morat-marit.
"Kami kendalikan dengan baik semuanya, dan kami sudah hitung semuanya sampai akhir tahun," tutur dia.
(lav)
































