Dolar AS Melunak, Rupiah dan Mata Uang Asia Terapresiasi Pagi Ini
Tim Riset Bloomberg Technoz
01 April 2026 09:26

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot mendapat sedikit ruang bernafas setelah beberapa kali memasang mode defensif di tengah panasnya situasi geopolitik.
Rupiah spot membuka perdagangan dengan penguatan 0,03% ke Rp16.990/US$, lalu berubah menjadi 0,04% ke Rp16.988/US$ pada 09:03 WIB, menyusul mata uang di kawasan yang sudah lebih dulu bergerak menguat tersengat sinyal de-eskalasi perang AS-Israel terhadap Iran.
Presiden AS Donald Trump mengatakan perkiraannya bahwa Negeri Paman Sam akan mengakhiri perang dengan Iran dalam dua hingga tiga minggu. Meski tidak merinci secara pasti tenggat waktunya, dia tetap sesumbar bahwa AS telah mencapai sebagian besar tujuan militernya di Iran dan menyerahkan penyelesaian isu Selat Hormuz kepada negara lain.
Dengan redanya sentimen perang, indeks dolar AS tercatat menyusut 0,17% ke 99,79, lalu tak berselang lama kembali melemah 0,25% ke 99,71. Hal ini membawa angin segar bagi sebagian mata uang di pasar Asia.
Kawasan Asia menyambut sinyal de-eskalasi itu dengan penguatan mata uang. Baht Thailand menguat 0,89%, won Korea Selatan 0,83%, peso Filipina 0,58%, ringgit Malaysia 0,34%, dolar Taiwan 0,29%, yuan China 0,16%, dolar Singapura 0,12%, yuan offshore 0,06% dan rupiah 0,06%.





























