Logo Bloomberg Technoz

Pasar Masih Fokus Pada Risiko Fiskal Meski Harga BBM Tak Naik

Redaksi
01 April 2026 08:44

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perhatian pelaku pasar masih fokus pada sentimen defisit APBN, meski pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). 

Itu tercermin dari pergerakan IHSG kemarin yang tidak mampu berbalik arah pada perdagangan kemarin, Selasa (31/3/2026), dan masih berpotensi tertekan ke depan.

Kemarin, IHSG ditutup melemah 0,61% ke level 7.048,22, setelah pada pembukaan pagi hari sempat naik 0,9% ke level 7.155,55.


Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia menjelaskan, tindakan mitigasi energy shock nasional dengan menetapkan WFH ASN satu kali seminggu di hari Jumat dan pembatasan BBM tanpa kenaikan harga, kemungkinan dinilai kurang  meringankan beban defisit fiskal.

"Itu terbukti dari naiknya yield SUN tenor 10 tahun ke level 6.884%, tren naik masih intact menuju yield 7.0%," ujar Liza, Rabu (1/4/2026).