Logo Bloomberg Technoz

Harga Lebih Mahal

Pada lelang sebelumnya, yield SUN tenor 5 tahun seperti FR0109 berada di kisaran 5,88%, sementara tenor 10 tahun seperti FR0108 di 6,52%. Sedangkan pada lelang kali ini, yield seri yang sama naik signifikan, dengan FR0109 mencapai sekitar 6,57% dan FR0108 mendekati 6,87%. 

Kenaikan yield tersebut mencerminkan adanya kenaikan premi risiko yang diminta investor hanya dalam waktu kurang dari satu bulan. Agaknya investor tidak cukup nyaman dengan kondisi saat ini, sehingga imbal hasil yang diminta cenderung lebih tinggi sebagai kompensasi ketidakpastian. 

Di sisi lain, rasio bid-to-cover beberapa seri pada sebelumnya tercatat lebih tinggi. FR0109 pada lelang awal Maret mencapai rasio bid-to-cover 7,99 kali, tapi pada lelang kali ini pada seri yang sama hanya 1,19 kali. 

Hal ini dapat mengindikasikan bahwa meski total penawaran masuk lebih tinggi, tapi investor nampaknya jauh lebih selektif dan tidak terlalu agresif dalam menempatkan dana di aset berdenominasi rupiah. 

Perbandingan hasil lelang SUN 3 Maret dengan 31 Maret 2026. (Sumber: DJPPR Kementerian Keuangan)

Tekanan Rupiah 

Kondisi ketidakpastian geopolitik yang terjadi belakangan dan mengerek harga minyak mentah malah semakin memperkuat posisi dolar AS dan membuat yield US Treasury naik. Hal ini menambah tekanan pada pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. 

Selain itu, kenaikan harga minyak yang masih berada di atas US$100 per barel berdampak pada ekspektasi inflasi serta memperlebar risiko defisit transaksi berjalan. 

Dari sisi domestik, tekanan terhadap rupiah yang kemarin sempat mendekati level Rp17.000/US$ memperkuat persepsi risiko. Dalam kondisi tersebut, investor cenderung meminta yield lebih tinggi.

Sejak awal Maret, rupiah memang terdepresiasi 0,79% lebih terbatas daripada mata uang lainnya di kawasan. Tapi persepsi risiko terkait defisit fiskal dan belanja ekspansif untuk program populis membuat investor tidak nyaman. 

Pada lelang kali ini, di tengah kondisi pasar yang tidak ideal dengan tekanan terhadap rupiah terus terjadi, investor tetap menyerap SUN yang ditawarkan pemerintah, meski dengan harga yang lebih mahal. 

(dsp/aji)

No more pages