Logo Bloomberg Technoz

Aliran modal juga mulai menunjukkan tanda-tanda berbalik arah. Imbal hasil aset dolar AS saat ini tetap menarik di tengah volatilitas global, alhasil investor cenderung mengurangi eksposur di emerging markets

Hal ini terlihat dalam pergerakan rupiah di pasar offshore yang jadi cerminan adanya tekanan bagi aset domestik. Kala minyak menembus lebih dari US$100 per barel dan diprediksi terus naik hingga US$140 per barel dengan terlibatnya Kelompok Houthi dari Yaman, pasar mulai menimbang risiko eksternal negara-negara importir energi, termasuk Indonesia. 

Selain itu, level Rp17.000/US$ agaknya menjadi garis batas kepercayaan pasar, dan setelah level tersebut tertembus beberapa kali di pasar offshore, pelaku pasar akan mulai mempertanyakan kemampuan stabilisasi otoritas moneter. Di sisi lain, pelemahan rupiah yang terus terjadi juga semakin meningkatkan premi risiko Indonesia di mata investor global. 

Dari sisi domestik, rencana pemangkasan anggaran menciptakan dilema tersendiri. Berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) sebesar 24% menjadi Rp692,99 triliun tahun ini juga berisiko menciptakan perlambatan ekonomi. 

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dari 5% menjadi 4,8% dan memperkirakan tingkat inflasi umum (head inflation) yang lebih tinggi untuk 2026.

Analisa Teknikal

Secara teknikal nilai rupiah berpotensi melanjutkan tren pelemahan hari ini. Adapun rupiah berpotensi melemah menembus support pada level Rp17.000/US$, support selanjutnya bisa menuju Rp17.050/US$ usai break trendline sebelumnya.

Analisis Teknikal Rupiah Selasa 31 Maret 2026 (Sumber: Bloomberg)

Teknikal rupiah juga memperlihatkan level Rp17.200/US$ sebagai level paling pesimistis pelemahan rupiah dalam time frame daily, pada tren jangka pendek (Short-term).

Sebaliknya nilai rupiah memiliki level resistance terdekat pada level Rp16.940/US$. Apabila level ini berhasil tembus, maka mengonfirmasi resistance selanjutnya pada level Rp16.900/US$ juga sebagai resistance potensial.

(riset/aji)

No more pages