Logo Bloomberg Technoz

Imbal hasil obligasi Australia dan Selandia Baru turun pada awal perdagangan Selasa, mengikuti pergerakan obligasi AS.

“Nada tenang Powell bersama fokus pasar terhadap risiko pertumbuhan akibat harga minyak yang tinggi lebih lama membantu mendorong perubahan dalam ekspektasi suku bunga,” kata Krishna Guha dari Evercore. “Peluang pemangkasan suku bunga satu kali atau lebih kini jauh lebih besar dibandingkan peluang kenaikan suku bunga.”

Konflik di Timur Tengah yang memasuki minggu kelima ini telah mengacaukan pasar global, memicu kekhawatiran akan terjadinya lonjakan inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi secara bersamaan. Konflik tersebut memutus jalur penting pasokan energi, mendorong harga minyak naik dan menyeret saham menuju kinerja bulanan terburuk sejak 2022.

Gedung Putih mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Iran, termasuk menyasar infrastruktur energi sipil yang krusial. Perang sudah memasuki minggu kelima dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Presiden AS Donald Trump melalui unggahan media sosialnya menegaskan bahwa jika Teheran tidak segera membuka kembali Selat Hormuz, "kami akan mengakhiri 'kunjungan indah' kami di Iran dengan meledakkan dan menghancurkan" pembangkit listrik, fasilitas minyak, dan "mungkin" infrastruktur desalinasi Iran.

Grafik pergerakan Treasury AS. (Sumber: Bloomberg)

Indeks S&P 500 berada di jalur menuju kinerja bulanan terburuk sejak 2022, sementara Nasdaq 100 diperdagangkan 12% di bawah rekor Oktober; pada Jumat lalu, indeks tersebut melewati ambang batas yang menandakan koreksi teknikal. Aksi jual dipicu kekhawatiran bahwa lonjakan harga minyak akibat perang di Timur Tengah dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan memicu kembali inflasi.

"Pasar terus digerakkan oleh berita utama seiring pemerintahan Trump memberikan berbagai pesan yang kontradiktif mengenai deeskalasi dan re-eskalasi perang di Iran," kata Chris Senyek dari Wolfe Research. "Karena itu, kami mempertahankan posisi defensif."

Sementara itu, meja perdagangan Goldman Sachs Group Inc menyebut tanda-tanda kapitulasi mulai muncul di kalangan hedge fund, dan komunitas investor sistematis mulai kehilangan momentum. Goldman memperkirakan investor berbasis tren seperti Commodity Trading Advisors (CTA) akan menjadi pembeli dalam berbagai skenario selama sebulan ke depan.

Di Jepang, pejabat mata uang tertinggi memberikan peringatan keras kepada spekulan bahwa otoritas mungkin akan mengambil tindakan tegas jika pelemahan Yen berlanjut. Wakil Menteri Keuangan Urusan Internasional, Atsushi Mimura, berbicara saat Yen merosot melewati level 160 per dolar AS untuk pertama kalinya sejak intervensi pasar Juli 2024.

Pada komoditas lainnya, emas naik untuk hari kedua karena aksi beli saat harga turun menopang pasar, sementara pelaku pasar menunggu kejelasan durasi konflik. Perak naik 0,5% menjadi sekitar US$70 per ons. Platinum dan paladium juga menguat.

(bbn)

No more pages