Logo Bloomberg Technoz

Arah perdamaian Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang masih samar-samar membuat investor gamang. Ditambah lagi keiikutsertaan kelompok Houthi yang didukung Iran serta perluasan kehadiran militer AS memicu kegelisahan akan terjadinya konfrontasi berkepanjangan.

“Eskalasi ini meningkatkan peluang perang akan berlangsung lebih lama dari perkiraan investor, sehingga harga minyak akan tetap sangat tinggi,” tutur Matt Maley, Kepala Strategi Pasar di Miller Tabak + Co. 

“Kita harus bersiap menghadapi pelemahan pasar yang lebih dalam.” tambahnya, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.

Kecemasan inflasi juga memukul pasar, investor mulai menilai ulang ekspektasi kebijakan moneter. Konsensus tidak lagi melihat adanya peluang pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) sepanjang tahun ini, terlebih lagi beberapa investor mulai bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan suku bunga.

Perkembangan ini membuat pelaku pasar kemudian menerapkan sikap wait and see. Instrumen berisiko, terutama di negara–negara berkembang, belum menjadi pilihan utama. Ini yang kemudian membuat bursa saham Asia menjadi 'lautan merah'.

(fad/aji)

No more pages