Logo Bloomberg Technoz

Berikut ini daftar mobil bekas Rp100 jutaan yang dilansir Bloomberg Technoz dari berbagai sumber.

Pilihan Mobil Bekas Favorit di Kelas Rp100 Jutaan

Mobil Terlaris Sepanjang 2025: Toyota Bungkus 200 Ribu Unit (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Salah satu pilihan yang cukup menarik adalah Nissan Serena 2.0 Highway Star tahun 2012. Mobil ini dikenal menghadirkan kenyamanan kelas atas dengan harga yang kini jauh lebih terjangkau.

Fitur seperti electric sliding door, captain seat, serta kabin yang luas memberikan pengalaman berkendara yang terasa premium. Namun, pengguna perlu mempertimbangkan konsumsi bahan bakar yang relatif boros.

Selain itu, biaya perawatan untuk mobil ini juga cenderung lebih tinggi dibandingkan MPV lain di kelasnya. Meski demikian, bagi yang mengutamakan kenyamanan, Serena tetap menjadi opsi yang layak.

Pilihan berikutnya adalah Nissan Grand Livina 1.5 XV tahun 2017. Mobil ini menawarkan sensasi berkendara yang mirip dengan sedan, namun tetap memiliki kepraktisan sebuah MPV.

Mesin yang halus serta konsumsi bahan bakar yang irit menjadi daya tarik utama. Kendaraan ini cocok bagi pengguna yang sering mengemudi sendiri dalam aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, perhatian khusus perlu diberikan pada perawatan transmisi CVT. Komponen ini memerlukan perawatan rutin agar performanya tetap optimal dalam jangka panjang.

Toyota Avanza 1.3E tahun 2014 juga tidak bisa dilewatkan dalam daftar ini. Sebagai mobil yang sangat populer di Indonesia, Avanza dikenal dengan ketangguhan dan kehandalannya.

Meski fitur yang ditawarkan tergolong sederhana, mobil ini memiliki keunggulan pada biaya perawatan yang murah. Selain itu, ketersediaan suku cadang yang melimpah membuatnya mudah dirawat.

Hal tersebut menjadikan Avanza sebagai pilihan aman bagi konsumen yang menginginkan kendaraan tanpa banyak risiko. Mobil ini juga cocok untuk penggunaan jangka panjang.

Di sisi lain, Suzuki Ertiga GL tahun 2016 hadir sebagai pilihan yang seimbang antara kenyamanan dan efisiensi. Suspensi yang empuk serta kabin yang relatif senyap menjadi nilai tambah.

Konsumsi bahan bakar yang efisien juga menjadikan Ertiga favorit di kalangan keluarga. Selain itu, biaya perawatan yang masih terjangkau membuatnya semakin menarik.

Daihatsu Xenia 1.3 X tahun 2017 juga menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan. Mobil ini menawarkan teknologi mesin yang lebih modern dengan dual VVT-i.

Dengan efisiensi yang lebih baik, Xenia memberikan performa yang cukup optimal untuk penggunaan sehari-hari. Harga yang kompetitif juga menjadi daya tarik tersendiri.

Honda Mobilio 1.5E tahun 2014 cocok bagi pengguna yang mengutamakan performa. Mesin yang lebih bertenaga dibandingkan kompetitor membuat mobil ini responsif di berbagai kondisi jalan.

Mobil ini sangat nyaman digunakan untuk perjalanan jarak jauh, terutama di jalan tol. Namun, tingkat kebisingan kabin menjadi salah satu kekurangan yang perlu diperhatikan.

Sementara itu, bagi pengguna dengan kebutuhan lebih ekstrim, Isuzu Panther tahun 2010 hingga 2011 bisa menjadi pilihan. Mobil ini dikenal sebagai kendaraan diesel yang tangguh.

Efisiensi bahan bakar yang tinggi serta biaya operasional yang rendah menjadi keunggulan utama. Panther sering dijuluki sebagai “kuda beban” karena daya tahannya.

Namun, dari sisi fitur dan kenyamanan, mobil ini memang tertinggal dibandingkan kendaraan modern. Meski demikian, ketangguhannya tetap menjadi daya tarik utama.

Dalam memilih mobil bekas, penting bagi konsumen untuk menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tren atau gengsi. Setiap mobil memiliki karakteristik yang berbeda.

Bagi yang mengutamakan kenyamanan, Nissan Serena bisa menjadi pilihan utama. Sementara itu, untuk efisiensi bahan bakar, Suzuki Ertiga dan Daihatsu Xenia layak dipertimbangkan.

Toyota Avanza tetap menjadi opsi paling aman bagi pengguna yang menginginkan kendaraan praktis tanpa banyak risiko. Sedangkan Honda Mobilio cocok untuk mereka yang mengutamakan performa.

Selain memilih unit yang tepat, calon pembeli juga disarankan untuk menyiapkan dana tambahan. Biasanya, diperlukan biaya sekitar Rp 5 hingga Rp 10 juta untuk perbaikan awal.

Langkah ini penting untuk memastikan kendaraan berada dalam kondisi optimal setelah dibeli. Pemeriksaan menyeluruh sebelum transaksi juga menjadi hal yang wajib dilakukan.

Dengan pertimbangan yang matang, membeli mobil bekas Rp100 jutaan dapat menjadi keputusan yang tepat. Selain memenuhi kebutuhan mobilitas, pilihan ini juga memberikan nilai ekonomis yang lebih baik dalam jangka panjang.

(seo)

No more pages