Belakangan, pemerintah mengklaim akan melakukan penghematan baru mencapai lebih dari Rp81 triliun. Akan tetapi, pemerintah belum mendetailkan lembaga atau pos anggaran apa saja yang terkena sasaran penghematan tersebut.
Di sisi lain, pemerintah nampak berkukuh untuk tetap menjalankan program MBG yang memakan anggaran hingga Rp335 triliun dengan target penerima 82,9 juta. Nilai anggaran ini naik dibanding 2025 yang sebesar Rp71 triliun dengan target 17,9 juta penerima.
Sejumlah pihak pun gencar mendorong pemerintah untuk mengkaji ulang dan melakukan evaluasi terhadap program ambisius Prabowo itu karena memakan anggaran jumbo dan menjadi salah satu sebab melebarnya defisit anggaran negara sepanjang 2025.
Alokasi Beli Makanan Cuma 76%
Dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2025 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tercantum, sebanyak Rp255,5 triliun digunakan untuk pemenuhan gizi nasional atau pembelian makanan bergizi. Artinya, biaya yang akan digunakan untuk membeli makanan hanya 76% dari total anggaran yang dialokasikan untuk Program MBG.
Dari total Rp335 triliun, sebanyak Rp268 triliun di antaranya dialokasikan kepada BGN sebagai lembaga utama pelaksana program tersebut.
Dalam UU APBN 2026 memang terperinci secara terbuka bahwa anggaran BGN terdiri dari: Sebanyak Rp255,5 triliun digunakan untuk pemenuhan gizi nasional atau pembelian makanan bergizi. Sementara itu, Rp12,41 triliun untuk program dukungan manajemen.
Sementara itu, sisanya sebanyak Rp67 triliun disiapkan dalam pembiayaan belanja non Kementerian/Lembaga (K/L) sebagai cadangan kebutuhan program ke depan. Namun, dalam UU, tak ada rincian dan penjelasan terkait pembiayaan belanja non-K/L yang dimaksud hingga perlu menghabiskan alokasi jumbo tersebut.
Pada tahun lalu, BGN hanya mampu menyalurkan alokasi anggaran sebesar Rp51,5 triliun atau hanya 72,5% dari total pagu yang dialokasikan mencapai Rp71 triliun.
Di saat yang sama, jumlah target penerima pada 2026 hanya bertambah 32% menjadi 82,9 juta orang dibanding peserta yang telah menikmati MBG pada tahun lalu, yakni sebanyak 56,13 juta penerima manfaat.
(lav)































