Logo Bloomberg Technoz

Melemahnya IHSG merupakan efek langsung dari dropnya sejumlah saham big caps, yang jadi perhatian, bobot saham Bank BCA menekan IHSG mencapai 16,28%.

Dengan turbulensi yang terjadi itu, saham BBCA menjadi laggard terbesar dan paling berat bagi IHSG dengan mengurangi lebih dari 23,76 poin hingga menjadi penyebab meninggalkan zona 7.000.

Berikut 10 laggard IHSG berdasarkan data Bloomberg, Senin pagi hari.

  1. Bank Central Asia (BBCA) menekan 23,76 poin
  2. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menekan 12,61 poin
  3. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menekan 12,07 poin
  4. Barito Renewables Energy (BREN) mengurangi 8,37 poin
  5. Sinar Mas Multiartha (SMMA) menekan 5,42 poin
  6. Astra International (ASII) menekan 4,11 poin
  7. Chandra Asri Pacific (TPIA) menekan 4,05 poin
  8. Amman Mineral Internasional (AMMN) mengurangi 3,95 poin
  9. Barito Pacific (BRPT) menekan 3,45 poin
  10. Bayan Resources (BYAN) menekan 3,2 poin

Adapun saham–saham LQ45 unggulan lainnya juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) drop 5,14%, dan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) juga melemah dengan penurunan 4,81%.

Disusul oleh pelemahan saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yang amblas 4,76%, saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) drop 3,82%, dan saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) yang mencetak pelemahan 3,67%.

(fad)

No more pages