Keterlibatan serentak ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional. Selain itu, partisipasi lintas wilayah juga memperkuat dampak kolektif dari aksi hemat energi yang dilakukan.
Earth Hour sendiri merupakan gerakan global yang mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk mematikan lampu dan perangkat listrik yang tidak diperlukan selama satu jam. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi emisi karbon.
Dampak Nyata dan Edukasi Berkelanjutan
Dalam pelaksanaannya, aksi Earth Hour di lingkungan Pertamina Patra Niaga tidak hanya berdampak pada penghematan energi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi. Hasil yang dicapai menunjukkan adanya efisiensi energi yang signifikan dalam waktu singkat.
Roberth menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran kolektif. "Earth Hour yang diperingati setiap tahun menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup berkelanjutan," kata Roberth.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Earth Hour bukan sekadar kegiatan simbolik. "Penghematan energi, pengurangan emisi karbon, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi tujuan utama dari gerakan ini," jelas Roberth.
Melalui aksi pemadaman listrik selama satu jam, Pertamina Patra Niaga berhasil menghemat listrik sekitar 9 MW. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon sekitar 6 ton CO2 Eq serta menghemat konsumsi energi setara lebih dari 2 ribu liter bahan bakar minyak.
Angka tersebut menunjukkan bahwa langkah sederhana dapat memberikan dampak signifikan jika dilakukan secara bersama-sama. Efisiensi yang dihasilkan menjadi bukti nyata bahwa perubahan kecil dapat membawa manfaat besar bagi lingkungan.
Selain dampak langsung, kegiatan ini juga memiliki nilai edukasi yang tinggi. Perusahaan berharap aksi ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk mulai menerapkan gaya hidup hemat energi dalam kehidupan sehari-hari.
Roberth menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan perilaku ramah lingkungan. "Langkah sederhana seperti mematikan lampu saat tidak digunakan, menggunakan peralatan hemat energi, serta bijak menggunakan energi dapat membantu menjaga kelestarian bumi," ujar Roberth.
Ia juga menambahkan bahwa perubahan perilaku harus dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara berkelanjutan. "Peringatan Earth Hour ini hanyalah simbolisasi. Namun yang terpenting, perilaku hemat energi harus menjadi budaya kita sehari-hari, dan harus dimulai sedini mungkin. Ayo kita jaga lingkungan kita. Lingkungan nyaman, kita pun ikut nyaman," kata Roberth.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga menjadikan momentum Earth Hour sebagai bagian dari kampanye penggunaan energi secara bijak. Perusahaan mendorong masyarakat untuk menggunakan energi sesuai kebutuhan dan menghindari perilaku konsumsi berlebihan.
Roberth turut mengapresiasi masyarakat yang telah berpartisipasi dalam upaya penghematan energi. "Kami juga mengapresiasi masyarakat yang sudah melakukan upaya hemat energi dan menggunakan energi secara wajar serta tidak panic buying," pungkas Roberth.
Dengan keterlibatan aktif dalam Earth Hour, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya sebagai perusahaan energi yang bertanggung jawab. Tidak hanya berfokus pada operasional, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan edukasi masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung upaya global menghadapi perubahan iklim. Melalui aksi kolektif dan konsisten, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dapat terus meningkat di berbagai lapisan masyarakat.
(tim)





























