"Tentu nanti skemanya kita akan buat seefisien mungkin, secepat mungkin, dan tentu juga seaman mungkin buat saudara-saudara kita," jelasnya.
Di sisi lain, Maruarar sendiri menuturkan keputusan final terkait skema pembangunan rusun ini akan ditetapkan dalam waktu dekat, setelah berkoordinasi lintas kementerian, BUMN, dan pemerintah daerah.
Adapun pembangunan rusun ini, jelasnya, nanti memiliki dua skema pengembangan, yang mengedepankan sinergi dengan BUMN dan turut melibatkan pihak swasta.
"Salah satu konsep yang akan dikembangkan adalah tanahnya tetap punya BUMN. Jadi nanti ada teman-teman swasta yang bantu bangun, kemudian setelah itu diserahkan kembali kepada BUMN," ungkap Ara, panggilan akrab Maruarar.
Sekadar catatan, belum lama ini Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke kawasan permukiman bantaran rel kereta api di Senen, Jakarta Pusat, Kamis sore (26/3/2026).
(prc/ros)
































