Logo Bloomberg Technoz

Bos Danantara Respons Rugi Bengkak GIAA Meski Dapat Suntikan

Pramesti Regita Cindy
29 March 2026 18:30

COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria. (Pramesti Regita Cindy/Bloomberg Technoz)
COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria. (Pramesti Regita Cindy/Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria angkat bicara terkait kinerja keuangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang masih dibayangi tekanan berat, meski telah mendapatkan suntikan dana dari Danantara.

Dony menjelaskan bahwa kerugian yang tercatat tersebut sejatinya merupakan laporan kinerja keuangan sepanjang 2025, di mana saat intervensi Danantara belum sepenuhnya berjalan. 

"Sebagai hints-nya, itu kan problem yang dibukukan hari ini itu kan pendapatan 2025. Intervensi yang kita lakukan itu kan baru [dilakukan] di akhir [2025]. Nanti akan terlihat performa di awal 2026. Nanti kan kita akan keluarkan di quarter 1 dan quarter 2," kata Dony ketika ditemui di Jakarta Pusat, Minggu (29/3/2026). 


Terlebih, kata dia, kondisi pada 2025 diperparah oleh adanya keterbatasan kemampuan perawatan pesawat atau MRO, sehingga proses perbaikan atau pemulihan operasional emiten penerbangan tersebut berjalan lambat dan terhambat. 

Sebab, menurut Dony, salah satu faktor utama membengkaknya kerugian Garuda lantaran banyaknya pesawat tidak beroperasi (grounded), tetapi tetap menimbulkan beban biaya, terutama sewa (leasing).