Yang jadi perhatian pasar, kenaikan tersebut berasal dari saham perusahaan minyak dan gas bumi (migas) menyusul saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang melesat 12,5%, saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) yang menguat 5,26%, dan juga saham PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) yang terapresiasi 5%.
Saham PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) yang merupakan perusahaan penunjang pengoperasian blok–blok migas oleh PT Vico Indonesia, Total E and P Indonesie berhasil menguat 4,4%.
Terlebih lagi, saham PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) melesat 2,59%, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melejit 1,88%, juga saham PT Elnusa Tbk (ELSA) menguat 1,39% sepanjang perdagangan hari ini.
Saham minyak dan gas bumi (migas), saham ELSA ditutup di zona hijau usai tersengat katalis tren kenaikan harga minyak mentah global imbas dari eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan terganggunya jalur pengiriman utama di Selat Hormuz, analisis CGS International Sekuritas Indonesia dalam reviu trading hari ini, Jumat.
Senada dengan itu, Phillip Sekuritas menyebut, sebagian besar Selat Hormuz masih ditutup sejak dimulainya perang AS dengan Iran, meskipun Iran mengatakan selat tersebut hanya ditutup untuk musuh–musuhnya.
Keraguan atas peluang selesainya konflik meningkat tajam setelah Iran menolak proposal gencatan senjata AS dan mengeluarkan proposal balasan, sementara AS mengirimkan lebih banyak pasukan ke Timur Tengah.
“Konflik yang kini memasuki minggu keempat ini kemungkinan akan memicu inflasi global dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi banyak negara di tengah meningkatnya harga bahan energi dan gangguan perdagangan dunia,” papar Phillip dalam risetnya.
(fad)
































