Kenaikan ini menandai titik balik bagi rezim subsidi bahan bakar Thailand yang telah lama berlaku, yang diperkenalkan setelah guncangan minyak tahun 1970-an.
Dana Bahan Bakar Minyak Thailand atau Oil Fuel Fund Office, yang dirancang untuk menstabilkan dan mensubsidi harga domestik, telah mengalami defisit yang melebar karena biaya minyak mentah global naik setelah perang di Iran, memaksa pemerintah untuk mengurangi dukungan.
Pemerintah Perdana Menteri Anutin Charnvirakul telah terpaksa mencabut batas harga solar minggu ini untuk menahan tekanan fiskal yang meningkat, yang menggarisbawahi keterbatasan intervensi negara karena pasar energi global semakin ketat.
Harga bahan bakar yang lebih tinggi diperkirakan berdampak pada perekonomian, mendorong kenaikan biaya transportasi dan produksi serta menambah tekanan inflasi pada makanan dan kebutuhan pokok lainnya.
(bbn)



























