Ia sendiri pun turut menekankan bahwa industri perbankan tetap akan optimis meski di tengah gejolak perekonomian yang terjadi. Sebab menurutnya, fundamental industri perbankan nasional masih solid dan mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi.
"Jadi kita harapkan bisa mendukung terutama masyarakat yang dalam posisi sekarang mungkin selesai dengan lebaran, tantangannya adalah setelah lebaran bagaimana mereka bisa melanjutkan aktivitas menjadi lebih baik," jelas Santoso.
Adapun pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menyatakan harapannya usai pelantikan Anggota Dewan Komisoner OJK. Menurutnya hal tersebut akan berdampak baik terhadap jalannya koordinasi antara anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
"Harapannya terus koordinasi, 4 lembaga dalam KSSK bisa berjalan normal lagi. Jadi positif lah kita melihatnya, apalagi mereka kan udah langsung full, isi semua kan," tegasnya.
Industri Hadapi Tantangan Rantai Pasok
Di sisi lain, kembali, Santoso juga turut menyampaikan dari sisi permintaan kredit, industri perbankan masih relatif terjaga, namun, ia mengingatkan tidak semua sektor memiliki prospek yang sama, terutama di tengah gangguan rantai pasok global.
Sebab menurutnya, sejumlah industri dinilai rentan terdampak, khususnya yang bergantung pada komoditas impor seperti gandum maupun turunan minyak, hingga industri plastik dan kimia.
"Tantangan yang kedepan akan muncul adalah supply chain. Supply chain kan kita tahu terganggu beberapa karena peperangan, juga komoditi tertentu," kata Santoso.
"Komoditi yang dari dulu kan gandum kita tahu tergantung dari Ukraina. Ada yang sangat support terhadap turunan daripada minyak. Contohnya industri plastik, industri chemical itu pasti akan berdampak. Jadi saya berkeyakinan bahwa masing-masing pemain sudah mencoba memiliki antisipasi," jelasnya.
Sehingga, ia menambahkan, pelaku usaha saat ini cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil langkah, termasuk mengantisipasi potensi gangguan terhadap keberlangsungan bisnis.
"Jadi kita nantikan saja karena kita juga enggak ada yang tahu kapan perang ini akan berakhir. Jadi yang penting adalah waktunya ini dibutuhkan driver yang pandai untuk kapan ngegas dan kapan ngerem," pungkasnya.
(ell)






























