Logo Bloomberg Technoz

Sedang sejumlah saham yang melemah dan menjadi top losers di antaranya saham PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) yang ambles 14,7%, saham PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) jatuh 14,1%, dan saham PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) drop 13,2%.

IHSG menjadi yang teratas dari banyak Bursa Asia yang menghijau sepanjang hari, menyusul SETI (Thailand), NIKKEI 225 (Jepang), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), TOPIX (Jepang), TW Weighted Index (Taiwan), Shenzhen Comp. (China), PSEI (Filipina), SENSEX (India), KOSPI (Korea), CSI 300 (China), Shanghai Composite (China), Hang Seng (Hong Kong), Straits Times (Singapura), dan KLCI (Malaysia), yang berhasil menguat masing–masing 3,37%, 2,87%, 2.69%, 2,57%, 2,54%, 1,96%, 1,82%, 1,63%, 1,59%, 1,4%, 1,3%, 1,09%, 0,87%, dan 0,46%.

Jadi, IHSG adalah indeks dengan penguatan tertinggi juara ketiga di Bursa Asia.

Cerahnya IHSG dan Bursa Saham Asia tersulut euforia dari optimisme meredanya tensi perang setelah Presiden AS Donald Trump melempar sinyal diplomatik terkait upaya meredakan ketegangan dengan Iran.

Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, Amerika Serikat (AS) sedang mencari jalur diplomatik untuk menyudahi perang di Timur Tengah. 

Presiden AS Donald Trump mengatakan, Iran telah menawarkan "hadiah" sebagai bukti itikad baik dalam negosiasi, mencatat bahwa itu terkait dengan aliran energi melalui Selat Hormuz.

Kemajuan ini sedikit memberikan validasi bagi investor, Washington dan mediator regional sedang membahas kemungkinan mengadakan pembicaraan perdamaian tingkat tinggi sesegera mungkin pada Kamis, tetapi menunggu tanggapan dari Teheran, lapor Axios.

Saat konflik 25 hari yang mengguncang pasar terus berlanjut, Trump mengatakan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Wakil Presiden JD Vance bersama utusan khusus terlibat dalam negosiasi.

Optimisme pasar turut bertambah pasca Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengurangi frekuensi penyaluran MBG. 

Dengan demikian, negara bisa melakukan penghematan sebanyak Rp40 triliun. 

“Jadi ada efisiensi juga dari MBG. Jadi ada kan pengurangan cukup banyak tuh, yang dia bilang saja Rp40 triliun hitungan pertama kasar, tapi bisa lebih. Tapi bukan saya motong ya. Memang dia melakukan sendiri karena dia (BGN) bilang masih bisa ada efisiensi.” kata Purbaya dalam Press Briefing di kompleks Kementerian Keuangan, Rabu.

Menurut Purbaya, potensi pengurangan anggaran yang menjadi wacana BGN ini belum termasuk efisiensi sebesar Rp80 triliun yang sempat dilontarkan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi beberapa hari yang lalu.

Selain MBG, Purbaya juga mengatakan bahwa penghematan akan dilakukan juga ke Kementerian dan Lembaga pemerintah lainnya, tak terbatas hanya BGN. 

Phintraco Sekuritas dalam risetnya memaparkan hal tersebut menambah faktor positif, dilaporkan Menteri Keuangan Purbaya menyatakan langkah efisiensi di berbagai kementerian untuk memangkas pengeluaran yang tidak mendesak, dapat menghemat pengeluaran negara sekitar Rp80 triliun.

Terlebih lagi, Hingga saat ini Pemerintah RI tengah mengkaji sejumlah langkah untuk meredam dampak kenaikan harga minyak mentah dunia, yaitu antara lain dengan strategi ketahanan fiskal dengan memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan optimalisasi pajak dan PNBP dari sektor komoditas. 

“Selain itu Pemerintah juga mengkaji strategi penghematan dan konsumsi energi dengan opsi penerapan WFH dan pembatasan belanja kementerian,” papar Phintraco.

(fad)

No more pages