Gas Langka, Industri Keramik Usul Kebijakan DMO Jaga Operasional
Sultan Ibnu Affan
25 March 2026 16:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Industri keramik dalam negeri menghadapi tekanan berat sejak awal 2026 akibat terganggunya pasokan gas, termasuk lonjakan biaya energi yang dikhawatirkan menggerus daya saing industri nasional.
Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto mendesak pemerintah menerapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) gas bumi serta mengurangi porsi ekspor gas demi menjaga ketahanan energi nasional.
“Gas bumi seharusnya diprioritaskan untuk kebutuhan industri dalam negeri yang memiliki multiplier effect besar, seperti penyerapan tenaga kerja dan mendorong investasi baru,” ujar Edy dalam siaran resminya, dikutip Rabu (25/3/2026).
Edy mengatakan, apalagi, industri keramik juga tengah menghadapi ancaman banjir impor dari China dan India, seluruh faktor ini dinilai menggerus daya saing sektor tersebut secara signifikan.
Asaki mencatat saat ini tingkat utilisasi produksi pada kuartal I 2026 hanya berada di kisaran 70–72%. Angka tersebut meleset dari target utilisasi yang dipatok 80%, dan sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi sepanjang 2025 yang mencapai 73%.




























