Melesatnya IHSG hingga berhasil balik arah juga merupakan efek secara langsung dari menguatnya sejumlah saham LQ45 potensial. Terutama saham Astra (ASII) dan juga saham TLKM.
Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Rabu (25/3/2026) pagi.
- Astra International (ASII) menambah 14,38 poin
- Telkom Indonesia (TLKM) menambah 13,72 poin
- Amman Mineral Internasional (AMMN) menambah 8,82 poin
- Bumi Resources Minerals (BRMS) menambah 8,24 poin
- Barito Pacific (BRPT) menambah 5,75 poin
- Barito Renewables Energy (BREN) menambah 3,71 poin
- Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) menambah 3,36 poin
- Bukit Uluwatu Villa (BUVA) menambah 2,61 poin
- Merdeka Battery Materials (MBMA) menambah 2,3 poin
- VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) menambah 2,14 poin
Adapun saham–saham unggulan LQ45 lainnya juga menjadi pendorong penguatan IHSG, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang berhasil menguat 9,71%, dan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) terapresiasi 5,95%.
Menyusul, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melesat di zona hijau dengan menguat 5,62%. Juga saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat mencapai 4,47%.
Di lain sisi, ada sejumlah saham–saham big caps jadi pemberat laju IHSG hingga menempati jajaran top losers.
- Sinar Mas Multiartha (SMMA) mengurangi 15,18 poin
- Bank Negara Indonesia (BBNI) mengurangi 11,79 poin
- Merdeka Gold Resources (EMAS) mengurangi 9,78 poin
- DCI Indonesia (DCII) mengurangi 8,9 poin
- Merdeka Copper Gold (MDKA) mengurangi 4,21 poin
(fad)
No more pages



























