Selain itu, kabar seputar kemungkinan pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi pendongkrak harga emas. Channel 12, media Israel, mengungkapkan bahwa Washington membuka peluang negosiasi dengan Teheran.
“Laporan soal gencatan senjata membuat situasi kian bergairah,” ujar Nicky Shiels. Head of Metals Strategy di MKS PAMP SA, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Harapan perdamaian di Timur Tengah membuat harga minyak jatuh. Harga minyak jenis brent dan light sweet anjlok masing-masing sekitar 4% pagi ini.
Damai di kawasan Teluk diyakini akan membuat harga lonjakan harga minyak reda. Alhasil, risiko kenaikan inflasi bisa dihindari dan asa penurunan suku bunga kembali muncul.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Saat suku bunga turun, memegang emas menjadi lebih menguntungkan.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini, Rabu (25/3/2026)? Apakah bisa naik lagi atau kembali ke jalur koreksi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 35. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 26. Menghuni area jual (short) yang kuat.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas kemungkinan bisa turun lagi. Target support terdekat ada di US$ 4.998/troy ons. Penembusan di titik ini berisiko memangkas harga ke rentang US$ 4.972-4.820/troy ons.
Namun jika harga emas bisa naik lagi, maka US$ 4.596/troy ons rasanya akan menjadi resisten terdekat. Dari sini, harga bisa mengarah ke US$ 4.626-4.800/troy ons.
Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di US$ 5.0964/troy ons.
(aji)

























