Logo Bloomberg Technoz

Freeport Indonesia Beber Alasan Laba Anjlok Hampir 40% pada 2025

Dovana Hasiana
24 March 2026 16:50

Dok. Freeport Indonesia
Dok. Freeport Indonesia

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Freeport Indonesia (PTFI) membeberkan alasan penurunan laba bersih perseroan sebesar hampir 40% pada 2025. 

VP Corporate Communications PTFI Katri Krisnati mengatakan hal ini terutama disebabkan turunnya volume produksi khususnya dari tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).

Penurunan produksi terjadi karena gangguan operasional setelah insiden longsor pada September 2025. Insiden yang menewaskan tujuh pekerja itu membuat kapasitas produksi tambang Freeport Indonesia turun menjadi 30% dari total kapasitas.


"Pengoperasian kembali tambang Grasberg Block Cave [GBC] akan dimulai secara bertahap dalam dua hingga tiga minggu ke depan," ujar Katri kepada Bloomberg Technoz, Selasa (24/3/2026).

Operasi di tambang Grasberg PT Freeport Indonesia. (Dadang Tri/Bloomberg)

Berdasarkan laporan keuangan Freeport-McMoRan Inc. (FCX) yang dilansir akhir pekan lalu, Freeport mencatat laba bersih sebesar US$2,52 miliar atau sekitar Rp42,07 triliun (kurs Rp16.698 per dolar AS), turun 38,85% dari US$4,13 miliar pada tahun sebelumnya.