Adapun rute yang diperkuat meliputi layanan BRT seperti Koridor 2A (Pulo Gadung - Rawa Buaya via Balaikota), 4D (Pulo Gadung - Kuningan) dan 7F (Kampung Rambutan - Juanda Via Cempaka Putih) serta sejumlah layanan Angkutan Umum Integrasi (AUI) seperti Tanah Abang–Blok M, Senen–Tanah Abang, hingga Manggarai–Blok M.
Sementara penguatan layanan difokuskan pada titik-titik strategis, antara lain Stasiun Gambir; Stasiun Pasar Senen; Stasiun Manggarai; Stasiun Tanah Abang; dan Terminal Pulo Gebang.
“Di lokasi tersebut, Transjakarta memastikan ketersediaan armada yang lebih tinggi dari hari biasa, sekaligus mempercepat headway untuk menghindari kepadatan penumpang,” kata dia.
Selain penguatan integrasi, Transjakarta juga tetap mengoperasikan layanan 24 jam pada koridor utama seperti Koridor 2 (Pulo Gading - Monas, 4 (Pulo Gadung - Galunggung), 5 (Kp Melayu - Ancol), 11 (Kp Melayu - Pulo Gebang dan 14 (JIS - Senen)
Secara khusus, penambahan 11 unit armada di Terminal Pulo Gebang pada 25–27 Maret 2026 dilakukan sebagai respons terhadap puncak arus balik.
(ell)



























