Logo Bloomberg Technoz

Meski demikian, pemerintah juga mewaspadai risiko eksternal yang dapat menekan kinerja ekonomi ke depan, terutama potensi gejolak harga minyak global.

“Dalam suasana ini tentu kita mengharap kita bersama-sama menghadapi gejolak krisis minyak ke depan,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, periode Ramadan dan Idulfitri secara konsisten menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi kuartal pertama dan kedua. Lonjakan belanja masyarakat, tradisi mudik, serta peningkatan aktivitas sektor transportasi, ritel, dan pariwisata menjadi faktor kunci.

Sebelumnya tercatat bahwa pemerintah secara aktif menggelontorkan berbagai insentif menjelang Lebaran, mulai dari diskon tarif transportasi, bantuan sosial tambahan, hingga kebijakan fleksibilitas kerja seperti Work from Anywhere guna memperlancar mobilitas masyarakat.

Strategi ini diarahkan untuk memperkuat konsumsi domestik di tengah ketidakpastian global, termasuk tekanan inflasi dan fluktuasi harga energi.

Di sisi lain, prospek pertumbuhan tetap dibayangi risiko eksternal, khususnya dari volatilitas harga minyak dunia yang berpotensi meningkatkan beban subsidi energi dan menekan fiskal.

Selain itu, dinamika suku bunga global dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara mitra dagang juga menjadi faktor yang terus dipantau pemerintah.

Dengan kombinasi stimulus domestik dan kewaspadaan terhadap risiko global, pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia tetap tumbuh solid di atas 5% pada awal tahun ini, dengan momentum Lebaran sebagai katalis utama.

(ell)

No more pages