Logo Bloomberg Technoz

Trump berusaha meredakan kekhawatiran atas lonjakan harga minyak baru-baru ini saat tampil bersama perdana menteri Jepang.

“Saya pikir ada kemungkinan situasinya bisa jauh lebih buruk,” katanya. “Ini tidak buruk, dan akan segera berakhir.”

Di pasar energi lainnya, harga gas berjangka Eropa melonjak hingga hampir dua kali lipat dibandingkan dengan level sebelum perang. Harga bahan bakar juga naik, menegaskan risiko inflasi yang lebih luas akibat konflik tersebut.

Netanyahu mengatakan kepada wartawan pada Kamis bahwa Israel bertindak sendiri ketika jet-jetnya membombardir ladang gas raksasa South Pars di Iran sehari sebelumnya, namun akan menahan diri dari serangan tambahan terhadap sektor energi. Ia tidak memberikan garis waktu untuk mengakhiri konflik, tetapi mengatakan bahwa ia dapat “melihat perang ini berakhir jauh lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang.”

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kemungkinan rezim Iran akan runtuh dengan sendirinya. Ia juga menyebut AS sedang mempertimbangkan untuk mencabut sanksi yang telah lama diberlakukan terhadap minyak Iran guna menekan lonjakan harga energi akibat perang di kawasan Teluk, serta membuka kemungkinan pelepasan cadangan energi secara sepihak.

Memberikan sedikit kelegaan sementara bagi pasar, International Energy Agency merilis rincian komitmen darurat pasokan minyak mentah oleh negara-negara anggotanya. Jepang, Kanada, dan Korea Selatan akan menjadi kontributor terbesar dalam pelepasan cadangan tersebut.

Rincian langkah IEA tersebut kemungkinan membantu penurunan harga pada Kamis, karena kontribusi dari Korea Selatan dan Jepang “memberi ruang bernapas bagi Asia,” kata Carl Larry, analis minyak dan gas di Enverus.

Harga:

  • Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei turun 1,1% menjadi US$94,52 per barel pada pukul 06.01 waktu Singapura.
  • Sementara itu, Brent crude untuk kontrak Mei ditutup naik 1,2% ke level US$108,65 per barel pada Kamis.

(bbn)

No more pages