Lebih lanjut, dia memastikan stok BBM secara nasional dalam kondisi terjaga yakni diatas standar minimum nasional sebesar 21 hari.
Selain itu, dia mengklaim Pertamina telah mendiversifikasi impor komoditas migas sehingga porsi impor dari Timur Tengah yang terganggu diklaim teratasi.
Meskipun begitu, Roberth menyatakan Pertamina saat ini mengikuti arahan pemerintah pusat yang tengah mengkampanyekan penghematan penggunaan BBM di tengah dinamika penutupan Selat Hormuz dan meningkatnya harga minyak mentah.
“Kalau secara pemerintah pusat, itu kan Pertamina itu kita mengacu ke kebijakan pemerintah pusat. Kondisi saat ini, itu harus dikampanyekan gerakan hemat BBM. Dengan masyarakat menggunakan BBM-nya itu secukupnya, sesuai kebutuhan. Kenapa? Ya karena dinamika saat ini. Harga crude mulai beranjak naik dan sebagainya,” ujar Roberth.
Sekadar catatan, Bupati Bengkayang menerbitkan surat edaran NOMOR: 100.3.4/4/BAG-EKONSDA/SETDA yang memuat imbauan pembatasan pengisian BBM untuk kendaraan roda 2 dan roda empat, serta pembatasan jam operasional SPBU.
Dalam surat tersebut, dijelaskan bahwa imbauan tersebut dikeluarkan menyikapi tingginya minat masyarakat akan BBM pada setiap SPBU di wilayah Kabupaten Bengkayang.
“Menyikapi tingginya permintaan masyarakat akan bahan bakar minyak (BBM) pada setiap SPBU di wilayah Kabupaten Bengkayang dan untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, maka Pemerintah Kabupaten Bengkayang menghimbau kepada seluruh SPBU dan masyarakat Kabupaten Bengkayang sebagai berikut,” sebagaimana tertulis dalam surat itu.
Pemda Kabupaten Bengkayang mengimbau agar pengisian BBM bersubsidi atau Pertalite untuk motor di bawah 125 cc dibatasi maksimal sebanyak 3 liter per hari dan untuk motor di atas 125 cc maksimal 5 liter per hari.
Sementara untuk kendaraan roda empat, pembelian BBM jenis Pertalite dibatasi sebanyak 30 liter per hari.
“Untuk mobil ambulans, kendaraan pemadam kebakaran dan kendaraan sampah diprioritaskan. Di setiap SPBU dilakukan penjagaan oleh TNI, POLRI dan SATPOL PP agar tidak ada penyimpangan,” tulis Pemda Kabupaten Bengkayang dalam surat itu.
Adapun, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengklaim stok BBM nasional menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026 pada 18–19 Maret 2026 atau per hari ini, Rabu (18/3/2026) mencapai 27 hari.
Dia menyatakan stok BBM tersebut berada di atas stok minimal sebesar 21 hari, dengan begitu dia memastikan pasokan BBM memadai pada periode Lebaran 2026.
Dalam kesempatan itu, Yuliot juga mengimbau kepada masyarakat yang mengantre di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) agar bersabar sehingga tak membuat kericuhan.
Dia juga memastikan hingga saat ini Kementerian ESDM belum mempertimbangkan penerapan pembatasan pembelian BBM di tengah meningkatnya harga minyak global dan potensi pengetatan pasokan gegara penutupan Selat Hormuz.
“Kita belum ada pembatasan. Itu baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat, itu juga oleh pemerintah daerah. Jadi, kalau itu ada pembatasan, akan menimbulkan panik baik. Jadi, kita mengharapkan ketersediaan BBM bagi masyarakat itu bisa terpenuhi dari Sabang sampai dengan Merauke,” ujar Yuliot kepada awak media, di di Rest Area KM 397A Batang-Semarang.
Sekadar catatan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Mars Ega Legowo Putra sebelumnya buka suara soal antrean pembelian BBM yang mengular sangat jauh di sejumlah daerah di wilayah Kalimantan Barat hingga jalan Lintas Sumatra dari wilayah Riau ke Medan.
Mars Ega menduga sejumlah antrean tersebut diakibatkan oleh kegiatan panic buying sehingga terjadi tumpukan antrean, hingga menyebabkan stok BBM di sejumlah SPBU menjadi kosong.
Untuk itu, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak perlu melakukan aksi panic buying. Alasannya, PPN sudah menyiapkan stok BBM jauh-jauh hari dan pengadaannya terus dilakukan agar stok selanjutnya terjaga.
“Nah, yang panic buying ini kita pastikan pada masyarakat agar tidak panic buying, karena kami sudah melakukan pasokan jauh-jauh hari sebetulnya. Kalau panic buying ini kan nanti malah menimbulkan efek yang kurang baik ya,” kata Mars Ega kepada awak media, di Rest Area KM 57, Senin (16/3/2026).
Di sisi lain, Mars Ega mengaku sudah melakukan strategi khusus untuk menambal stok SPBU yang kosong dengan menambah pengiriman ke sejumlah daerah tersebut.
Dia menyatakan per Minggu (15/3/2026) malam, sudah terdapat mobil tangki Pertamina yang berangkat ke sejumlah daerah yang diduga mengalami kekosongan stok BBM tersebut.
(azr/del)



























