Logo Bloomberg Technoz

Ia menambahkan imunisasi dua dosis terbukti menjadi cara paling efektif untuk mencegah penularan campak yang sangat mudah menyebar.

“Jika imunisasi anak sudah lengkap, perlindungannya akan lebih optimal dan ini memberi rasa tenang bagi orang tua selama liburan,” katanya.

Selain vaksinasi, IDAI juga mengimbau orang tua tetap menerapkan protokol kesehatan selama perjalanan. Beberapa langkah yang disarankan antara lain menghindari keramaian, menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk, menggunakan masker di ruang publik atau transportasi umum, serta tidak berbagi barang pribadi seperti alat makan atau botol minum.

IDAI juga menyarankan orang tua memilih destinasi wisata yang aman bagi anak, termasuk mempertimbangkan tempat wisata dalam ruangan seperti museum, pusat sains, perpustakaan anak, atau taman bermain indoor.

“Pilihlah destinasi di dalam ruangan seperti museum, pusat sains interaktif, perpustakaan anak, atau taman bermain dalam ruangan. Tempat-tempat tersebut bisa menjadi pilihan yang aman sekaligus tetap menyenangkan bagi anak,” kata Piprim.

Ia juga mengingatkan orang tua untuk memantau prakiraan cuaca, memastikan kondisi kesehatan anak sebelum berangkat, serta menyiapkan rencana aktivitas alternatif jika cuaca tidak memungkinkan untuk berwisata di luar ruangan.

Untuk mengantisipasi kebutuhan darurat, IDAI menyarankan keluarga membawa perlengkapan penting seperti kotak P3K yang berisi parasetamol, obat anti-mabuk, oralit, plester, perban, termometer, dan vitamin C.

Selain itu, orang tua juga diminta menyiapkan dokumen penting seperti kartu identitas anak, tiket perjalanan, bukti pemesanan hotel, serta daftar nomor darurat termasuk rumah sakit terdekat di sepanjang jalur perjalanan.

Perlengkapan lain yang disarankan antara lain pakaian hangat, jas hujan atau payung, alas kaki anti selip, camilan sehat, botol minum pribadi, serta mainan atau buku untuk mengurangi kebosanan anak selama perjalanan.

Selain kesehatan, IDAI juga menyoroti pentingnya keselamatan berkendara, terutama bagi keluarga yang melakukan perjalanan darat.

Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI, Hikari Ambara Sjakti, menekankan bahwa penggunaan perlengkapan keselamatan anak di kendaraan tidak boleh diabaikan.

“Keselamatan anak di jalan adalah tanggung jawab orang tua. Penggunaan car seat atau sabuk pengaman tidak boleh dianggap sepele. Pastikan anak menggunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai dengan usia dan berat badan,” ujarnya.

Dalam rekomendasinya, IDAI menegaskan bayi hingga usia dua tahun wajib menggunakan car seat yang menghadap ke belakang di kursi belakang kendaraan. 

Anak usia dua hingga lima tahun dianjurkan menggunakan car seat yang menghadap ke depan, sementara anak di atas lima tahun dapat menggunakan booster seat hingga sabuk pengaman terpasang dengan benar.

IDAI juga menekankan anak di bawah 12 tahun sebaiknya duduk di kursi belakang kendaraan dan melarang orang tua memangku anak saat menyetir.

Untuk kendaraan roda dua, IDAI menegaskan anak di bawah enam tahun tidak diperbolehkan naik sepeda motor. Anak yang sudah cukup usia wajib menggunakan helm berstandar SNI dan duduk di belakang pengendara dengan jumlah penumpang maksimal dua orang.

Selain itu, IDAI mengingatkan bahwa remaja di bawah usia 17 tahun tidak diperbolehkan mengemudi karena belum memiliki surat izin mengemudi. 

Pengemudi juga diminta memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat, tidak mengonsumsi alkohol atau obat yang menyebabkan kantuk, serta beristirahat setiap dua hingga tiga jam saat perjalanan jauh.

Dengan persiapan yang matang, IDAI berharap perjalanan mudik dan liburan bersama anak dapat berlangsung aman sekaligus menjadi pengalaman menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga.

(rtd)

No more pages