Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, total ekspor sawit Indonesia pada 2025 mencapai 32,34 juta ton atau naik 9,51% dibandingkan 2024 yang sebesar 29,54 juta ton. Kenaikan ekspor terutama didorong oleh minyak sawit olahan yang mencapai 22,73 juta ton dari 20,45 juta ton pada tahun sebelumnya. 

"Diikuti oleh olahan minyak inti sawit yang naik  menjadi 1.560 ribu ton dari 1.262 ribu ton, oleokimia naik menjadi 5.076 ribu ton dari 4.796 ribu ton, dan  CPO yang naik menjadi 2.964 ribu ton dari 2.916 ribu ton," jelasnya. 

Secara negara tujuan, peningkatan ekspor pada tahun 2025 dari tahun sebelumnya antara lain Afrika (+991 ribu ton), China (+644 ribu ton), Malaysia (+516 ribu ton), Bangladesh ( +503 ribu ton), dan  Pakistan (+214 ribu ton). Sedangkan penurunan ekspor terjadi untuk tujuan India (-859 ribu ton), EU 27 (-97 ribu ton) dan USA (-15 ribu ton).

Dari sisi nilai, ekspor sawit Indonesia pada 2025 mencapai US$35,87 miliar atau sekitar Rp590 triliun, meningkat 29,23% dibandingkan 2024 yang sebesar US$27,76 miliar. 

Kenaikan nilai ekspor ini didorong oleh peningkatan volume serta harga rata-rata CIF Rotterdam yang naik menjadi US$1.221 per ton dari US$1.084 per ton pada 2024.

"Dengan produksi, konsumsi dan ekspor seperti dipaparkan di atas, stok akhir CPO dan PKO tahun 2025 sebesar 2.068 ribu ton yang lebih rendah -19,79% dari stok akhir 2024 sebesar 2.577 ribu ton," pungkasnya. 

(ain)

No more pages