Logo Bloomberg Technoz

Ketegangan kedua negara memuncak bulan lalu setelah Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, mendeklarasikan "perang terbuka" terhadap pemerintah Taliban. Pemimpin tertinggi Pakistan, termasuk Panglima Angkatan Darat Marsekal Lapangan Asim Munir, menegaskan bahwa operasi militer tidak akan berhenti hingga Kabul berhenti mendukung kelompok militan yang menggunakan wilayah Afghanistan untuk menyerang Pakistan.

Menteri Informasi Tarar mengeklaim bahwa Pakistan telah menewaskan ratusan anggota Taliban Afghanistan dan militan dalam dua minggu pertempuran lintas batas. Namun, klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen. Di sisi lain, pihak Afghanistan juga mengeklaim telah menewaskan puluhan tentara Pakistan.

Hubungan Islamabad dan Kabul terus memburuk sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021. Inti dari sengketa ini adalah tuduhan Pakistan bahwa Kabul memberikan perlindungan bagi kelompok militan seperti Taliban Pakistan (TTP), yang sering melancarkan serangan teror di dalam wilayah Pakistan. Pemerintah Kabul secara konsisten membantah tuduhan tersebut.

Di tengah eskalasi ini, Beijing melaporkan telah mengirim utusan khusus ke Afghanistan pekan ini untuk mengupayakan kembali perundingan damai, menyusul runtuhnya gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi oleh Qatar dan Turki pada Oktober lalu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Hussain Andrabi, menyatakan bahwa pihaknya berharap dapat melakukan "diskusi produktif" dengan Tiongkok mengenai kekhawatiran bersama, terutama terkait isu militansi.

(bbn)

No more pages