Logo Bloomberg Technoz

Pemadaman Listrik Pakistan Berisiko Meluas Imbas Gelombang Panas

News
27 April 2026 20:00

Ilustrasi Suasana di Pakistan (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi Suasana di Pakistan (Sumber: Bloomberg)

Tooba Khan dan Bilal Hussain- Bloomberg News

Bloomberg, Pakistan menghadapi risiko pemadaman listrik yang lebih luas setelah otoritas mengeluarkan peringatan gelombang panas untuk sejumlah wilayah, di tengah krisis energi yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Cuaca dengan suhu jauh di atas normal diperkirakan melanda wilayah selatan Pakistan pekan ini. Gelombang panas ekstrem diproyeksikan terjadi di sebagian wilayah Sindh, Punjab Selatan, dan Balochistan hingga 5 Mei, menurut peringatan dari National Disaster Management Authority.


Karachi, kota terbesar di Pakistan, diperkirakan mengalami cuaca panas tidak biasa sepanjang pekan ini. Suhu maksimum diproyeksikan mendekati 39 derajat Celsius pada Jumat hingga Senin pekan depan sebelum mulai mereda pada pertengahan pekan, berdasarkan prakiraan European Centre for Medium-Range Weather Forecasts.

Penutupan Selat Hormuz telah menghambat pasokan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) ke Pakistan, memicu pemadaman listrik meluas di seluruh negeri dan meningkatkan tekanan terhadap ekonomi negara yang sudah rapuh. Pemerintah Pakistan pada Jumat lalu terpaksa membeli pengiriman LNG pertama dari pasar spot dengan harga mahal sejak 2023.