Logo Bloomberg Technoz

Selain memeriksa kesiapan infrastruktur kilang, manajemen juga memastikan sistem operasional berjalan dengan standar keselamatan yang tinggi. Hal ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan operasional kilang.

Yudo menegaskan bahwa seluruh pekerja harus menjaga disiplin kerja serta mematuhi standar keselamatan yang berlaku. Menurutnya, keberhasilan operasional kilang sangat bergantung pada kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja.

Tekankan Disiplin HSE dan Ketersediaan Minyak Mentah

Dalam arahannya kepada para pekerja, Yudo menekankan pentingnya penerapan HSE Golden Rule dalam setiap aktivitas operasional di kilang. Standar keselamatan ini menjadi pedoman utama bagi seluruh pekerja di lingkungan Pertamina.

Ia mengingatkan bahwa aspek keselamatan kerja tidak hanya sekadar aturan formal, tetapi harus menjadi budaya yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh pekerja.

Dengan penerapan standar keselamatan yang ketat, operasional kilang diharapkan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu proses produksi bahan bakar minyak.

Selain menyoroti aspek keselamatan kerja, Yudo juga menekankan pentingnya menjaga ketersediaan bahan baku produksi. Minyak mentah atau crude oil merupakan komponen utama dalam proses pengolahan bahan bakar minyak.

“Pastikan agar ketersediaan Crude Oil atau minyak mentah aman sebagai bahan baku utama produksi BBM,” kata Yudo.

Menurutnya, ketersediaan minyak mentah harus dipastikan berada pada tingkat yang aman. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas produksi bahan bakar minyak selama periode Ramadan dan Idulfitri.

Ia juga mengingatkan bahwa ketahanan cadangan BBM nasional harus tetap terjaga sepanjang tahun. Dengan pengelolaan stok yang baik, potensi kelangkaan bahan bakar di masyarakat dapat dihindari.

Pemerintah dan Pertamina memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan pasokan energi tetap stabil. Oleh karena itu, koordinasi antarunit operasional harus berjalan secara optimal.

Kilang Balongan menjadi salah satu titik penting dalam rantai pasokan energi nasional. Keandalan operasional kilang ini berpengaruh langsung terhadap ketersediaan bahan bakar di berbagai wilayah.

Kilang Balongan Siap Amankan Pasokan BBM Mudik

Sementara itu, General Manager Kilang Balongan Yulianto Triwibowo memastikan bahwa kilang tersebut telah siap menghadapi lonjakan kebutuhan bahan bakar menjelang Idulfitri 2026.

Ia menjelaskan bahwa stok minyak mentah di kilang dipastikan berada pada tingkat aman untuk mendukung proses produksi. Dengan kondisi tersebut, operasional kilang dapat berjalan secara optimal.

Selain itu, Kilang Balongan saat ini beroperasi dengan kapasitas produksi maksimal. Fasilitas ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 150 ribu barel minyak per hari.

Produksi tersebut berperan penting dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak di wilayah Jawa bagian barat. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat konsumsi energi yang cukup tinggi.

“Kilang Balongan siap mengamankan kebutuhan BBM pada arus mudik, terutama bagi pemudik yang melintas di wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat,” tegas Yulianto.

Menurut Yulianto, kesiapan kilang tidak hanya dilihat dari sisi produksi. Koordinasi operasional dengan berbagai pihak juga terus diperkuat untuk memastikan distribusi bahan bakar berjalan lancar.

Hal ini mencakup kerja sama dengan berbagai unit bisnis Pertamina serta pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dalam rantai distribusi energi.

Selain itu, pihak kilang juga memastikan seluruh pekerja siap menjalankan tugas selama masa Satgas Ramadan dan Idulfitri. Kesiapsiagaan ini penting untuk menjaga stabilitas operasional kilang selama periode siaga.

Yulianto menyampaikan bahwa seluruh tim di Kilang Balongan berkomitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Pelayanan terbaik kepada masyarakat menjadi prioritas utama selama periode tersebut.

Menurutnya, masa Satgas Ramadan dan Idulfitri merupakan periode penting bagi perusahaan dalam memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Kilang Balongan juga berkomitmen untuk menjaga kualitas produksi dan distribusi bahan bakar minyak. Dengan operasional yang optimal, kilang ini diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal bagi ketahanan energi nasional.

Yulianto menambahkan bahwa seluruh jajaran pekerja siap memberikan pelayanan terbaik hingga masa Satgas Ramadan dan Idulfitri berakhir pada awal April 2026.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pertamina Patra Niaga berharap pasokan bahan bakar minyak bagi masyarakat tetap aman dan lancar selama periode mudik Lebaran.

Kesiapan Kilang Balongan menjadi bagian penting dari upaya menjaga stabilitas energi nasional sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.

(tim)

No more pages