Belajar dari Rusia-Ukraina, APBN RI Dinilai Tetap Tahan di Tengah
Redaksi
13 March 2026 11:59

Bloomberg Technoz, Jakarta - Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran saat ini mengguncang pasar energi dunia. Harga minyak melonjak tajam hingga sempat mendekati USD 120 per barel pada Senin (9/3).
Hal ini berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam APBN 2026, pemerintah menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) sebesar USD 70 per barel. Ketika terjadi kenaikan harga minyak, ruang fiskal tertekan.
Meski demikian, riset Next Indonesia Center yang bertajuk 'Harga Minyak dan Batas Ketahanan APBN' memperkirakan bahwa APBN masih dapat terjaga.
Pengalaman Tahun 2022
Setiap kenaikan ICP sebesar USD 1 per barel akan menambah belanja negara sebesar Rp 10,3 triliun. Di sisi lain juga menambah penerimaan negara dari perpajakan dan PBNP migas sebesar Rp 3,5 triliun. Dengan demikian, setiap kenaikan ICP sebesar USD 1 per barel diperhitungkan akan memperlebar defisit anggaran sekitar Rp 6,8 triliun.
Belajar dari konflik Rusia-Ukraina pada 2022 lalu, harga minyak sempat menyentuh USD 119 per barel di minggu kedua perang. Saat itu butuh waktu enam bulan bagi harga minyak untuk kembali ke level sebelum perang.





























