Kemenkeu: APBN Sukar Diubah karena Fluktuasi Harga Minyak Sesaat
Mis Fransiska Dewi
12 March 2026 12:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan menegaskan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak serta merta dapat langsung diubah lantaran harga minyak dunia yang fluktuatif sesaat di tengah perang Timur Tengah yang belum mereda.
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengakui harga minyak mentah acuan dunia atau Brent memang sempat menyentuh angka US$112/barel, namun setelahnya kembali turun di bawah level US$90/barel.
“Jadi isunya itu masih sangat besar. Jadi kita juga kalau mengelola APBN mengambil keputusan pun juga harus hati-hati, karena enggak bisa langsung [ada kejadian] baru berubah sedikit, kita langsung ngambil posisi [ubah APBN], karena kita harus melihatnya secara keseluruhan,” jelas Luky dalam konferensi pers APBN Kita, dikutip Kamis (12/3/2026).
Di sisi lain, dia menyebut instrumen APBN sangat kompleks sehingga pemerintah tidak hanya melihat dari satu sisi saja seperti belanja energi. Pemerintah, kata dia, juga mencermati kenaikan harga minyak juga berdampak pada sisi penerimaan yakni kenaikan harga komoditas lain seperti batu bara hingga nikel.
“Berarti kita akan ada tambahan penerimaan lagi. Dinamika itu akan selalu kami lihat, kami pantau, baru nanti kami mengambil keputusan dan kebijakan yang lebih konkret seperti apa,” ujarnya.
































