Perusahaan Teknologi Medis Amerika Diserang Hacker Po Iran
Redaksi
12 March 2026 09:55

Bloomberg, Perusahaan teknologi medis Stryker Corp., yang menjadi korban serangan siber mematikan yang dikaitkan dengan kelompok pro-Iran, masih menyelidiki insiden tersebut dan belum mengetahui kapan sistemnya akan kembali online.
Perusahaan tersebut mengatakan dalam pengajuan regulasi pada Rabu sore bahwa mereka memperkirakan pelanggaran tersebut akan terus mengganggu operasional dan “waktu pemulihan penuh belum diketahui.” Dalam memo sebelumnya yang dilihat oleh Bloomberg News, perusahaan mengakui bahwa serangan tersebut telah menghancurkan jaringan mereka.
Akibat serangan siber pekerja Stryker jadi tidak lagi produktif dan perusahaan memutuskan agar mereka pulang. Para karyawan juga diminta tak terhubung ke jaringan atau software Stryker melalui segala bentuk perangkat, menurut seseorang yang mengetahui situasi tersebut.
Masih dari sumber yang sama, beberapa karyawan menyimak adanya penghapusan data dari perangkat mereka sebagai efek dari serangan. Seorang juru bicara perusahaan mengatakan dalam pernyataan sebelumnya bahwa serangan siber tersebut menyebabkan “gangguan jaringan global pada lingkungan Microsoft kami.”
“Kami tidak menemukan indikasi ransomware atau malware dan yakin insiden ini telah terkendali. Tim kami bekerja dengan cepat untuk memahami dampak serangan ini pada sistem kami. Stryker memiliki langkah-langkah kelangsungan bisnis yang siap untuk terus mendukung pelanggan dan mitra kami,” jelas juru bicara perusahaan.
































