Pada posisi top gainers di antaranya diisi oleh saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) yang melesat 32,6%, PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) melejit 25,7%, dan PT Net Visi Media Tbk (NETV) melambung 25%.
Di level Asia, indeks KOSPI (Korea), KOSDAQ (Korea), NIKKEI 225 (Jepang), TOPIX (Jepang), FTSE Straits Times (Singapura), Hang Seng (Hong Kong), Weighted Index (Taiwan), PSEi (Filipina), Shenzhen Comp. (China), SETI (Thailand), FTSE KLCI (Malaysia), CSI300 (China), SENSEX (India), dan Shanghai Comp. (China) masing–masing berhasil menguat 5,35%, 3,21%, 2,88%, 2,47%, 2,19%, 2,17%, 2,06%, 2,01%, 1,84%, 1,65%, 1,64%, 1,28%, 0,82%, dan 0,65%.
Cerahnya IHSG dan bursa saham Asia tersulut euforia dari optimisme meredanya tensi perang setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan perang mungkin akan segera usai. Pernyataan Trump juga ikut meredakan harga minyak.
Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, Trump mengatakan kepada CBS News bahwa ia yakin perang tersebut “sangat lengkap, hampir selesai.”
Sebelumnya, harga minyak mentah sempat menembus level US$100 per barel. Kemudian harga turun kembali saat ekonomi terbesar dunia mempertimbangkan upaya untuk melepaskan cadangan minyak darurat.
Phillip Sekuritas Indonesia dalam risetnya menyebut, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan mencabut sanksi terkait minyak, meminta Angkatan Laut AS mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz.
“Meskipun para pejabat AS berulang kali menegaskan bahwa mereka dapat melanjutkan konflik tanpa batas waktu, pernyataan Presiden Trump ini menggarisbawahi kesediaan baru Gedung Putih untuk secara terbuka memberi indikasi bahwa mereka mungkin akan segera bergerak untuk mencoba mengakhiri permusuhan,” jelas riset Philip Sekuritas.
(fad)






























