Logo Bloomberg Technoz

Mojtaba (56) terpilih melalui "pemungutan suara yang menentukan" oleh Majelis Ahli Iran pada Minggu malam, menurut laporan media lokal. Ia menggantikan ayahnya yang berkuasa selama hampir 37 tahun sebelum tewas dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu. Mojtaba dikenal memiliki hubungan mendalam dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), organisasi militer dan ekonomi paling kuat di Iran yang telah menyatakan kesetiaan penuh kepada pemimpin baru tersebut.

Kepada Fox News, Trump mengaku "tidak senang" dengan pilihan Iran tersebut. Meskipun Mojtaba adalah kandidat unggulan, Trump menilai ada beberapa kandidat lain yang mungkin lebih bisa diajak bekerja sama oleh AS.

"Seperti ayahnya, Mojtaba adalah seorang konservatif," ujar Dina Esfandiary, analis Geoekonomi di Bloomberg. "Ia memiliki kecenderungan ideologis yang sama dengan ayahnya dan akan berupaya menjaga kontinuitas, termasuk dalam urusan perang."

Selama akhir pekan, AS dan Israel terus membombardir Iran, termasuk ibu kota Teheran. Sebaliknya, Iran secara rutin menyerang Israel dan negara-negara Teluk Arab menggunakan drone dan rudal. Teheran mengklaim mampu mempertahankan intensitas perang ini selama setidaknya enam bulan ke depan.

Arab Saudi mulai memperkeras nada bicaranya terhadap Iran setelah wilayahnya kembali menjadi sasaran serangan pada hari Senin, termasuk proyektil yang mengarah ke ladang minyak Shaybah milik raksasa energi Aramco serta wilayah Riyadh. Kementerian Luar Negeri Saudi memperingatkan bahwa tindakan Teheran berisiko memicu eskalasi lebih lanjut, di mana Iran akan menjadi "pihak yang paling dirugikan." Negara itu juga mengatakan serangan Iran akan berdampak “mendalam” terhadap hubungan di masa depan.

Serangan dan pernyataan tersebut menunjukkan upaya Saudi pekan lalu untuk meningkatkan pendekatan diplomatik kepada Iran—sebuah upaya untuk menahan eskalasi perang—tidak membuahkan hasil.

Di sisi lain, AS telah memerintahkan diplomat non-esensial di Arab Saudi untuk meninggalkan negara tersebut demi alasan keamanan. Ini merupakan perintah evakuasi pertama sejak perang dimulai, yang dipicu oleh gugurnya seorang tentara AS pada 1 Maret lalu akibat serangan di Saudi, sehingga total kematian tentara AS menjadi tujuh orang.

Riyadh melaporkan korban jiwa pertama sejak perang dimulai pada akhir pekan, ketika dua orang tewas setelah sebuah proyektil jatuh di kawasan permukiman dekat pangkalan udara Prince Sultan di luar Riyadh, yang juga menampung pasukan Amerika.

Pejabat Iran menyebutkan lebih dari 1.300 orang tewas akibat serangan AS dan Israel sejauh ini. Serangan Israel ke depot bahan bakar di Teheran pada hari Sabtu juga memicu peringatan dari Bulan Sabit Merah mengenai potensi "hujan asam beracun" di kota berpenduduk 9,5 juta jiwa tersebut.

Axios melaporkan bahwa pejabat AS sebenarnya kurang setuju dengan serangan ke depot bahan bakar tersebut karena khawatir akan menjadi bumerang strategis dengan memicu kemarahan warga sipil Iran. Senator AS Lindsey Graham pun meminta Israel untuk "berhati-hati dalam memilih target". Menurutnya, infrastruktur minyak akan sangat krusial bagi pemulihan Iran "setelah rezim ini runtuh."

Namun, Israel bersikeras bahwa depot bahan bakar adalah target militer yang sah dan mengancam akan menyasar pembangkit listrik sebagai target berikutnya.

Selain itu, Trump dikabarkan sedang mempertimbangkan opsi penerjunan pasukan khusus ke darat untuk menyita stok uranium Iran yang sudah mendekati standar bom nuklir. "Kami belum mengejarnya sekarang, tapi itu adalah sesuatu yang bisa kami lakukan nanti," ujar Trump di atas pesawat Air Force One.

Uni Emirat Arab, Kuwait, Arab Saudi, dan Bahrain mencegat serangan Iran sepanjang akhir pekan. Pada Minggu malam, Kuwait mengatakan pertahanan udaranya mencegat tiga rudal balistik dan menghancurkan dua drone, sementara dua drone lainnya menargetkan wilayah dekat bandara internasional Kuwait yang menyebabkan depot bahan bakar meledak.

Sebuah fasilitas desalinasi air di Bahrain rusak setelah serangan drone Iran, kata pemerintah negara Arab tersebut, seraya menambahkan bahwa pasokan air tidak terdampak.

Serangan Iran ke Bahrain terjadi setelah Tehran menuduh Amerika Serikat menyerang salah satu fasilitas desalinasi airnya. Negara-negara di Teluk Persia sangat bergantung pada fasilitas tersebut untuk sebagian besar pasokan air minum mereka, dan serangan berkelanjutan dapat memperparah dampak perang.

Pada Minggu, militer Israel mengatakan telah menyerang sekitar 400 target di Iran bagian barat dan tengah dalam sehari terakhir.

Militer Israel juga mengatakan tim pencarian dan penyelamatan sedang beroperasi di lokasi dampak serangan di wilayah tengah negara itu setelah serangan rudal Iran. Lima orang telah dievakuasi ke rumah sakit.

(bbn)

No more pages