Logo Bloomberg Technoz

Sederet Bukti Ilmiah dari Manfaat Puasa

Merinda Faradianti
09 March 2026 11:55

Warga menikmati makanan berbuka puasa di Vihara Dharma Bakti, Jakarta, Rabu (25/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga menikmati makanan berbuka puasa di Vihara Dharma Bakti, Jakarta, Rabu (25/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Berpuasa kerap dilakukan sebagai strategi diet untuk menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan metabolisme, hingga berpotensi memperpanjang umur. 

Dilansir dari laman Oxford Academic pada Minggu (8/3/2026), sebuah jurnal ilmiah menyebutkan bahwa puasa atau fasting dan berbagai bentuknya—seperti intermittent fasting (IF) dan time-restricted eating (TRE)—banyak dipelajari sebagai strategi untuk meningkatkan kesehatan metabolik dan memperpanjang umur. 

Namun, bukti ilmiah pada manusia masih terbatas dan sebagian besar penelitian bersifat jangka pendek. Pada jurnal tersebut terdapat beberapa pola puasa yang sering diteliti. Seperti, Intermittent Fasting (IF), yang berarti periode makan normal diselingi periode puasa [misalnya puasa selang sehari]. 


Lalu, Time-Restricted Eating (TRE) yang berarti makan hanya dalam jendela waktu tertentu setiap hari, biasanya 4–12 jam [paling sering sekitar 8 jam]. Kemudian, Alternate-Day Fasting (ADF), yang berarti bergantian antara hari makan normal dan hari pembatasan kalori atau puasa.

Ketika berpuasa, terdapat perubahan metabolisme pada tubuh melalui beberapa proses. Saat tubuh tidak menerima makanan, maka glikogen akan diolah sebagai sumber energi.