Di Kabupaten Badung, yang menjadi pusat utama pariwisata Bali, sekitar 52% hotel tercatat memiliki tingkat hunian pada kisaran 41–69%. Sementara itu, sekitar 36% hotel telah mencapai tingkat hunian antara 70–80%.
Sementara di Kabupaten Gianyar, sekitar 53,8% hotel berada pada tingkat hunian 41–69%. Kemudian 23,1% hotel mencatatkan okupansi pada kisaran 70–80%, dan sebagian kecil lainnya mencapai tingkat hunian antara 81–100%.
Meski terdapat variasi tingkat hunian antar properti, pemerintah menilai aktivitas pariwisata di Bali secara umum masih menunjukkan dinamika yang stabil.
Pemerintah juga terus melakukan koordinasi dengan pelaku industri pariwisata sekaligus memperkuat strategi pemasaran di berbagai pasar utama untuk menjaga keberlanjutan kinerja sektor pariwisata nasional.
Kementerian Pariwisata menilai dengan daya tarik destinasi, kualitas pengalaman wisata, serta kolaborasi antara pemerintah dan industri, Indonesia tetap berada pada posisi kuat sebagai destinasi pilihan wisatawan global di tengah perkembangan situasi global.
(rtd)































