Logo Bloomberg Technoz

H&M dan Zara memperluas jaringan toko mereka, sementara raksasa lokal seperti Reliance Industries Ltd., Tata Group, dan Aditya Birla Group menjalin kemitraan internasional. Tujuannya adalah merebut sebagian dari kelas menengah atas India yang terus tumbuh dan kini hampir mencapai 100 juta orang, seiring kenaikan pendapatan yang mendorong permintaan.

Antrean Panjang

Fast Retailing merasakan langsung kuatnya permintaan tersebut. Saat Uniqlo membuka toko pertamanya di Bengalurupada Agustus lalu, antreannya begitu panjang dan membludak sehingga Inoue mengatakan ia harus turun tangan membantu di toko—melipat pakaian, melayani pelanggan, dan pada akhirnya menunda penerbangan pulangnya.

Uniqlo berupaya mengulang antusiasme tersebut pekan ini ketika membuka toko keduanya di kota selatan itu, yang dikenal sebagai Silicon Valley-nya India dan rumah bagi sejumlah jutawan startup. Toko ini akan menjadi gerai ke-18 peritel pakaian tersebut di India.

Uniqlo, yang dikenal dengan pakaian fungsionalnya, menjual produk dengan harga hingga 4.990 rupee (US$54), setara dengan pesaing seperti Zara. Merek asal Jepang itu membuka toko pertamanya di India di New Delhi pada 2019, dan kini beroperasi di Mumbai, Chandigarh, Lucknow, Pune, serta Bengaluru. Saat ini, perusahaan memfokuskan ekspansi ke India bagian selatan dan sejumlah kota metropolitan terpilih. “Kami tidak masuk ke semua tempat, kami fokus pada kota-kota dominan,” kata Inoue.

Uniqlo India membukukan pendapatan sebesar 11,76 miliar rupee (US$128 juta) pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2025, dengan laba 1,78 miliar rupee, menurut penyedia data keuangan Tofler.

Baca selengkapnya: Pemilik Uniqlo Jajaki Lebih Banyak Mitra di India Setelah Penjualan Melonjak 60%

Perusahaan pakaian tersebut kini menargetkan untuk “dengan cepat” mencapai penjualan ¥100 miliar (US$634 juta) di India, menurut laporan tahunannya. India termasuk wilayah yang diperkirakan mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba dua digit pada tahun bisnis mendatang, berdasarkan dokumen yang diajukan pada Januari.

Perusahaan juga merombak strategi e-commerce di India untuk menangkap permintaan di luar kota-kota tempatnya memiliki toko fisik, termasuk pasar seperti Hyderabad. Penjualan daring tahunan melonjak 140% dalam setahun hingga Februari, menurut Inoue.

“Dengan membenahi operasional, produk, infrastruktur, serta pemasaran kami, kami bisa tumbuh sangat pesat di pasar ini,” ujarnya.

(bbn)

No more pages