Menurut Rohan, dengan fondasi keuangan yang semakin kuat dan disiplin manajemen yang lebih baik, BUMN diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, memperbaiki margin operasional, serta menciptakan nilai ekonomi yang nyata bagi negara sebagai pemegang saham.
“Pertumbuhan yang sehat harus berbasis pada produktivitas dan kinerja operasional, sehingga kontribusinya terhadap penerimaan negara benar-benar terukur dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Rohan menambahkan, ke depan keberhasilan BUMN tidak hanya diukur dari besarnya angka dalam laporan keuangan, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menghasilkan kinerja yang nyata. Termasuk laba yang sehat, arus kas yang kuat, serta kontribusi dividen yang berkelanjutan bagi negara.
Danantara menegaskan bahwa proses penguatan tata kelola dan fundamental perusahaan ini akan dilakukan secara bertahap dengan tetap menjaga stabilitas operasional dan kesinambungan bisnis di seluruh portofolio BUMN.
(red)



























