Saham BMRI mencatatkan kenaikan 2,91% di posisi Rp5.125/saham. Nilai transaksi jual–beli saham BMRI mencapai 133 juta saham dengan nilai Rp679 miliar. Menyusul saham BBRI yang menguat 1,62% di posisi Rp3.750/saham.
Berikut 10 saham yang 'menggendong' IHSG:
- PT Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 21,39 poin
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyumbang 11,29 poin
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyumbang 9,46 poin
- PT Astra International Tbk (ASII) menyumbang 7,19 poin
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menyumbang 6,33 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyumbang 6,08 poin
- PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menyumbang 6 poin
- PT Vktr Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menyumbang 5,63 poin
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menyumbang 5 poin
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyumbang 4,25 poin
Saham–saham unggulan LQ45 juga menopang laju IHSG. Misalnya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) melesat 6,81%, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) melejit 5,13%, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menguat 4,78%, dan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) meninggi 3,91%.
Menyusul saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat 3,85%, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) terapresiasi 3,69%, PT Indah Kiat Pulp and Paper Corp Tbk (INKP) melaju dengan kenaikan 3,34%, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menguat 2,84%.
Menyitir Phintraco Sekuritas, IHSG berhasil rebound didorong oleh sentimen positif penguatan indeks bursa global serta aksi bargain hunting meskipun juga terjadi profit taking pada beberapa saham yang telah mengalami rally.
“Secara teknikal, indikator Stochastic RSI berada di area oversold dan berpotensi mengalami reversal. Namun MACD masih membentuk pelebaran histogram negatif. Sehingga diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran level 7.550-7.800 di perdagangan besok,” sebut riset Phintraco.
Melansir riset Panin Sekuritas, fokus investor masih ke tensi antara Amerika Serikat (AS) AS dan Israel melawan Iran. AS menyatakan akan mengirimkan minyak melalui Teluk Persia dalam rangka menjaga stabilitas harga minyak, setelah sebelumnya menyatakan akan memberikan asuransi ke semua perdagangan laut di Selat Hormuz.
“Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberi konfirmasi bahwa Angkatan Laut AS akan menyediakan jalur aman bagi kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz apabila hal itu dianggap tepat dan jika diperlukan,” terang Philip dalam risetnya hari ini.
(fad/aji)






























