Penerapan jalur pasang surut (tidal flow/contra flow) dilakukan di ruas tol Jakarta–Cikampek dan Jalan Tol Jakarta–Bogor–Ciawi dengan rincian sebagai berikut:
Arus Mudik
Tol Jakarta–Cikampek KM 47 (Karawang Barat) sampai KM 70 (Cikampek)
Periode I:
Selasa, 17 Maret 2026 pukul 14.00 WIB – Jumat, 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB
Periode II:
Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 12.00–20.00 WIB
Minggu, 22 Maret 2026 pukul 09.00–18.00 WIB
Arus Balik
Tol Jakarta–Cikampek KM 70 sampai KM 47
Senin, 23 Maret 2026 pukul 14.00 WIB – Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB Tol Jagorawi KM 21 (Gunung Putri) sampai KM 8 (Cipayung)
Selasa, 24 Maret 2026 pukul 14.00–19.00 WIB
Minggu, 29 Maret 2026 pukul 14.00–19.00 WIB
Sebagai catatan, Contra flow diberlakukan secara situasional berdasarkan pantauan lalu lintas mudik di lapangan. Pengendara diimbau untuk selalu memantau update perkembangan.
Sistem One Way (Satu Arah)
Penerapan one way diberlakukan pada periode 17-20 Maret 2026 untuk arus mudik di Tol Jakarta-Cikampek KM 70 hingga Tol Semarang-Solo KM 421, mulai pukul 12.00 hingga 00.00 WIB.
Sedangkan, untuk arus balik pada 23-29 Maret 2026, diterapkan rekayasa serupa pada arah sebaliknya mulai pukul 12.00 hingga 00.00 WIB.
Sistem Ganjil-Genap
Untuk arus mudik, sistem ini berlaku pada Tol Jakarta–Cikampek KM 47 sampai Semarang–Batang KM 414 Tol Tangerang–Merak KM 31 sampai KM 98 mulai Selasa 7 Maret 2026 pukul 14.00 WIB sampai Jumat, 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Sementara, untuk arus balik berlaku pada ruas Tol Semarang–Batang KM 414 sampai Jakarta–Cikampek KM 47 Tol Tangerang–Merak KM 98 sampai KM 31 untuk periode Senin 23 Maret 2026 pukul 00.00 WIB sampai Minggu 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Sebagai catatan, ketentuan ganjil-genap dikecualikan untuk; Kendaraan pemadam kebakaran; Ambulans; Angkutan umum berpelat kuning; Kendaraan penyandang disabilitas.
Pembatasan Operasional Angkutan Barang
Selain rekayasa lalu lintas pada kendaraan pribadi, pemerintah juga menetapkan pembatasan operasional angkutan barang selama periode 13–29 Maret 2026.
Kebijakan ini diterapkan di ruas tol dan non-tol di Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan guna mengurangi potensi hambatan selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026
Pembatasan berlaku untuk:
Mobil barang tiga sumbu atau lebih
Mobil barang dengan kereta tempelan
Mobil barang dengan kereta gandengan
Kendaraan pengangkut hasil tambang dan bahan bangunan
Kementerian Perhubungan memprediksi pergerakan terbesar pemudik berasal dari Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang, diikuti DKI Jakarta (19,93 juta) dan Jawa Timur (17,12 juta). Prakiraan total pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 adalah sebesar 50,60% penduduk atau 143,91 juta orang.
(ain)































